KALTIMPOST.ID, Syira Shafira jadi salah satu anak yang sudah berhasil mengukir prestasi di usia muda. Meski baru berusia 11 tahun, dia berhasil meraih prestasi mengesankan pada cabang olahraga panjat tebing. Ketertarikan atlet cilik asal Balikpapan tersebut pada olahraga ini berawal dari sosok tantenya yang juga pernah menjadi atlet panjat tebing serta bisa melanjutkan kuliah di Universitas Islam Indonesia (UII) Jogjakarta.
Melihat prestasi tantenya yang membanggakan dan kesempatan kuliah yang diperoleh melalui beasiswa, anak perempuan itu merasa termotivasi untuk mengikuti jejaknya. Di usianya yang masih belia, Syira sudah menunjukkan ambisi dan dedikasi tinggi terhadap olahraga yang digemarinya. Syira memulai latihan panjat tebing pada 2019, saat usianya baru menginjak tujuh tahun. Sejak saat itu, ia tidak hanya menunjukkan kemajuan yang pesat dalam olahraga tapi membanggakan pula di sekolah.
Saat ini Syira sudah duduk di kelas enam SD. Dengan pola latihan yang padat dia tetap dapat menyeimbangkan prestasi di olahraga dan sekolah. Di sekolah Syira selalu mendapat peringkt satu hingga saat ini, walaupun di kelas dua nilainya pernah turun.
Orang tua Syira, terutama ibunya Yuli Rachma sangat mendukung minat dan bakat anaknya. "Yang penting adalah melihat tujuan anak dan mendukungnya dengan sepenuh hati. Syira ingin menjadi polisi, dan untuk itu, dia harus kuat secara fisik dan pintar secara akademik," ujar ibunya. Kegiatan panjat tebing yang memakan waktu dari sore hingga malam hari menjadi bagian dari rutinitas harian Syira, yang bahkan hingga malam pukul 21.00 Wita.
Kendati latihan panjat tebing yang intensif, Syira tidak pernah mengeluh lelah. Ia menikmati setiap sesi latihan dan merasa telah menemukan teman sebaya yang saling mendukung. "Latihan panjat tebing ini sudah menjadi bagian dari hidupnya. Teman-temannya di klub juga sangat mendukung dan saling menyemangati, sehingga suasananya sangat menyenangkan," tambah Yuli.
Di luar jam latihan, Syira juga tetap berkomitmen pada pendidikannya. Setelah pulang sekolah pada jam 13.00 Wita dia melanjutkan dengan les tambahan, lalu beristirahat sebelum kembali ke latihan panjat tebing. "Kegiatan sehari-harinya sangat padat, tapi dia melakukannya dengan penuh semangat. Syira memandang ini semua sebagai hobi dan bukan beban," ungkap Yuli.
Sebagai anak pertama dari dua bersaudara, Syira memiliki adik perempuan yang memiliki kepribadian sangat berbeda. Adiknya lebih feminin, sementara Syira dikenal sebagai sosok tomboy. "Adiknya juga mengikuti les model untuk mengembangkan bakatnya, sementara Syira terus mengasah keterampilannya dalam panjat tebing," sebut Yuli.
Syira dikenal mandiri dalam menjalani rutinitasnya. Ia sering naik transportasi umum seperti ojek online untuk pergi ke sekolah atau latihan. "Saya bangga dengan Syira, dia sudah sangat mandiri dan mampu mengatur waktunya dengan baik," kata ibunya.
Selain prestasi di panjat tebing, Syira juga aktif di bidang akademik. Ia telah mengikuti beberapa olimpiade sains tingkat kota walaupun belum menorehkan prestasi namun orang tuanya cukup bangga. "Syira juga pernah mengikuti event nasional panjat tebing dan berhasil meraih peringkat ketiga. Ini merupakan pencapaian yang sangat membanggakan," ungkap Yulib bangga.
Di tengah jadwal yang padat, Syira tetap menjaga keseimbangan antara olahraga dan studi. "Kami selalu mengingatkan Syira untuk tidak malas dan terus belajar. Jika dia meraih juara, kami ingatkan untuk terus mempertahankan prestasinya dan tidak cepat merasa puas," pungkasnya.
Syira bertekad untuk sukses dan tidak membiarkan tekanan menghalanginya. "Saya semangat mendukung Syira dan tidak ingin dia merasa tertekan. Yang penting adalah dia terus berusaha dan menikmati setiap proses yang dijalaninya," tambah ibunya.
Dukungan penuh dari keluarga dan semangat Syira untuk mencapai cita-citanya menjadi kunci keberhasilannya ke depan. "Saya berharap Syira dapat terus berprestasi di bidang panjat tebing dan juga dalam studi akademiknya. Sekolah dan olahraga harus berjalan beriringan," pungkas Yuli.
Ke depannya, Syira memiliki target tinggi untuk terus berprestasi di tingkat yang lebih tinggi dan mencapai cita-citanya. "Kami sebagai orang tua akan terus memberikan dukungan dan bimbingan agar Syira bisa meraih semua yang diimpikannya," tutup Yuli dengan penuh harap. (ndu)
Editor : Hernawati