Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Rajin Ibadah tapi Mulut Tajam? Buya Yahya Ingatkan Risiko Jadi Ahli Neraka

Dwi Puspitarini • Minggu, 1 September 2024 | 10:42 WIB
Kebiasaan menyakiti orang lain dengan perkataan yang tajam membuatnya termasuk golongan ahli neraka, meskipun secara lahiriah ia terlihat sebagai orang yang taat.
Kebiasaan menyakiti orang lain dengan perkataan yang tajam membuatnya termasuk golongan ahli neraka, meskipun secara lahiriah ia terlihat sebagai orang yang taat.

 

KALTIMPOST.ID, Perkataan yang tajam dan menyakitkan, atau sering disebut "nyelekit," menjadi sorotan dalam ceramah terbaru Buya Yahya.

Pendakwah ini mengingatkan bahaya dari ucapan yang dapat melukai perasaan orang lain, meskipun seseorang dikenal sebagai ahli ibadah.

Dalam ceramahnya, Buya Yahya membagikan kisah seorang wanita pada zaman Nabi Muhammad SAW.

Wanita tersebut dikenal sebagai seorang yang rajin beribadah, sering melaksanakan salat dan puasa.

Namun, kebiasaannya menyakiti orang lain dengan perkataan yang tajam membuatnya termasuk golongan ahli neraka, meskipun secara lahiriah ia terlihat sebagai orang yang taat.

"Kisah ini menggambarkan bahwa ibadah yang banyak tidak akan ada artinya jika kita masih menyakiti orang lain dengan perkataan kita," kata Buya Yahya dalam sebuah ceramah yang dilansir dari kanal YouTube Al Bahjah pada Sabtu (31/8/2024).

Buya Yahya menekankan bahwa kebiasaan berbicara nyelekit tidak hanya berbahaya bagi diri sendiri, tetapi juga dapat merusak hubungan sosial, termasuk hubungan dalam keluarga.

Perkataan yang kasar dan menyakitkan, baik dari suami kepada istri, istri kepada suami, maupun anak kepada orang tua, dapat menjerumuskan seseorang ke dalam dosa yang besar.

"Meskipun yang diceritakan adalah seorang wanita, hal ini juga berlaku bagi laki-laki. Perkataan yang menyakiti orang lain, baik itu suami, istri, atau anak, adalah kebiasaan yang tidak baik dan dapat membawa seseorang pada kebinasaan," tambahnya.

Buya Yahya juga mengingatkan bahwa kebiasaan ini seringkali tidak disadari oleh pelakunya. Orang yang terbiasa berbicara nyelekit sering tidak menyadari dampak negatif dari perkataannya terhadap orang lain.

Oleh karena itu, ia mengajak umat Islam untuk lebih berhati-hati dalam berbicara dan selalu berusaha menjaga lisan agar tidak menyakiti orang lain.

"Perkataan kita mencerminkan siapa kita. Mari kita jaga lisan kita agar tidak menyakiti, karena hal itu bisa menjadi penyebab kita menjadi ahli neraka," pungkas Buya Yahya.

Ceramah ini menjadi pengingat bagi umat Islam untuk tidak hanya fokus pada ibadah ritual, tetapi juga memerhatikan bagaimana mereka berinteraksi dengan orang lain, terutama dalam menjaga lisan agar tidak menyakiti sesama. (*)

Editor : Dwi Puspitarini
#Ahli Neraka #Buya Yahya #zaman Nabi Muhammad SAW #Rajin Ibadah tapi Mulut Tajam