Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Waspadai Rabies: Apa yang Harus Dilakukan jika Digigit Hewan? Kenali Gejala Awal dan Lakukan Tindakan Cepat

Dwi Puspitarini • Minggu, 27 Oktober 2024 | 07:44 WIB

 

Ilustrasi anjing yang terinfeksi rabies.
Ilustrasi anjing yang terinfeksi rabies.

 

KALTIMPOST.ID, Rabies adalah penyakit virus yang sangat serius dan sering berakibat fatal karena menyerang sistem saraf pusat.

Penyakit ini disebabkan oleh virus rabies, yang biasanya ditularkan melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi.

Virus ini bisa menyerang semua mamalia, termasuk manusia. Penyakit ini sering kali muncul tanpa gejala signifikan pada awalnya, tetapi ketika gejala berkembang, rabies hampir selalu berakibat fatal.

Rabies biasanya ditularkan melalui gigitan hewan yang terinfeksi. Hewan yang paling sering menjadi penyebab penularan adalah anjing, tetapi kucing, kelelawar, dan rakun juga bisa menjadi pembawa virus.

Virus rabies terdapat dalam air liur hewan yang terinfeksi dan dapat masuk ke tubuh manusia melalui luka atau goresan. Oleh karena itu, penting untuk segera mengambil tindakan setelah terpapar.

 Baca Juga: 7 Cara Memutus Rantai Generasi Sandwich untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Gejala rabies biasanya muncul setelah beberapa minggu hingga bulan setelah terinfeksi.

Pada tahap awal, gejalanya mungkin mirip dengan flu, seperti demam, sakit kepala, dan kelelahan.

Selain itu, area di sekitar gigitan bisa terasa gatal atau nyeri. Ini adalah sinyal awal yang harus diperhatikan karena rabies memiliki dampak serius jika tidak segera ditangani.

Jika tidak diobati, gejala rabies akan berkembang menjadi lebih parah. Orang yang terinfeksi dapat mengalami kebingungan, halusinasi, kesulitan menelan, serta kejang-kejang.

Pada tahap lanjut, rabies dapat menyebabkan kelumpuhan dan akhirnya koma. Karena penyakit ini hampir selalu berakibat fatal setelah gejala muncul, tindakan cepat sangat diperlukan.

 Baca Juga: Stop Pakai Minyak Jelantah! 11 Alasan Mengapa Anda Harus Menghindarinya

Langkah-Langkah yang Harus Dilakukan jika Digigit Hewan

Jika Anda atau anggota keluarga digigit oleh hewan yang diduga terinfeksi rabies, segera cuci luka dengan sabun dan air selama 15 menit.

Tindakan ini bisa mengurangi risiko penularan virus. Setelah itu, segera cari bantuan medis untuk mendapatkan vaksin rabies.

Jangan menunggu sampai gejala muncul karena vaksin paling efektif jika diberikan segera setelah gigitan.

Salah satu langkah pencegahan paling efektif adalah memastikan bahwa hewan peliharaan seperti anjing dan kucing mendapatkan vaksinasi rabies secara rutin.

Vaksinasi tidak hanya melindungi hewan peliharaan Anda, tetapi juga membantu mencegah penyebaran virus di masyarakat.

 Baca Juga: Cara Bijak Terapkan Frugal Living: Gaya Hidup Hemat untuk Gen Z agar Terhindar dari Utang Pinjaman Online

Selain vaksinasi, hindari kontak dengan hewan liar, terutama yang menunjukkan perilaku aneh seperti agresif atau terlalu jinak.

Hewan liar yang terinfeksi rabies dapat menularkan virus ini melalui gigitan atau cakaran. Jika Anda melihat hewan yang mencurigakan, segera laporkan kepada dinas kesehatan hewan.

Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan kasus rabies yang cukup tinggi, terutama di beberapa daerah tertentu.

Setiap tahun, ribuan orang harus menjalani perawatan akibat gigitan hewan yang terinfeksi.

Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengetahui risiko yang ada dan melakukan tindakan pencegahan dini.

 Baca Juga: Merasa Cemas? Baca Doa Ini untuk Tenangkan Hati ala Islam

Selain memastikan hewan peliharaan Anda divaksinasi, pastikan untuk menjaga lingkungan agar tidak menarik perhatian hewan liar.

Jangan biarkan makanan atau sampah terbuka yang bisa menarik hewan liar seperti anjing liar atau kucing yang belum divaksinasi. Ini bisa mengurangi risiko penyebaran rabies di lingkungan sekitar.

Edukasi Penting bagi Anak-Anak

Ajarkan anak-anak untuk tidak mendekati hewan yang tidak dikenal atau hewan liar. Anak-anak sering kali tidak menyadari bahaya yang mungkin ditimbulkan oleh hewan yang terinfeksi rabies.

Edukasi sederhana seperti tidak memegang hewan liar dan segera memberi tahu orang dewasa jika digigit atau dicakar hewan sangat penting.

 Baca Juga: Menghadapi Self-Bullying di Kalangan Gen Z: Ancaman Tersembunyi di Era Digital, Kenali 5 Tanda Ini dan Cara Mengatasinya

Bagi mereka yang bekerja di bidang yang berisiko tinggi, seperti dokter hewan atau petugas pengendalian hewan, disarankan untuk mendapatkan vaksin rabies sebagai tindakan pencegahan tambahan.

Vaksin ini dapat melindungi mereka dari infeksi jika suatu saat mereka digigit hewan yang terinfeksi.

Jangan abaikan pentingnya pencegahan, karena ketika gejala rabies sudah muncul, penyakit ini hampir selalu berujung pada kematian. (*)

 

Dapatkan info dan berita update lain dari Kaltim Post. Gabung/join dengan klik >> Whatsapp Channel 

Editor : Dwi Puspitarini
#pencegahan rabies #penularan rabies #kesulitan menelan #kejang-kejang #indonesia #penyakit mematikan #kucing #kelelawar #cara mencegah rabies #rabies #anjing #vaksinasi rabies #gejala rabies pada manusia