KALTIMPOST.ID-Mengapa perempuan berkacamata atau mengenakan kacamata menjadi lebih menarik?
Pertanyaan ini kerap kali menjadi pembahasan para pria maupun di kalangan para perempuan sendiri.
Banyak pengakuan pria yang mengungkapkan bahwa perempuan benar-benar menjadi lebih menarik saat menggunakan kacamata.
Sementara kalangan perempuan tidak serta merta menerima hal tersebut.
Sebab, apa yang diungkapkan pria itu sebenarnya tergantung dari daya tarik perempuan masing-masing yang mengenakan kacamata tersebut.
“Seorang perempuan dapat dengan mudah terlihat menarik meskipun berkacamata. Tapi tidak berarti kacamata lah yang membuat seorang perempuan lebih menarik,” tulis kolumnis Murphy Barret.
Perdebatan ini kemudian diangkat alam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Cheng-Hung Lo di Chinese Institute of Industrial Engineers.
Penelitian dilakukan dengan melakukan pengukuran secara detail beberapa perempuan saat mengenakan kacamata serta melibatkan orang untuk menanggapi.
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa mengenakan kacamata secara umum meningkatkan simetri wajah.
Akan tetapi daya tarik wajah tidak meningkat sebagaimana mestinya. Ukuran bingkai kacamata pun juga tidak terlalu berdampak pada daya tarik penggunanya.
Sementara itu, Daniel Schwarz Carigiet, konsultan linguistik lulusan University of Zurich, mengemukakan pertanyaan mengapa perempuan berkacamata lebih menarik jadi pertanda baik buat para pria seperti dirinya.
Menurutnya, pendapat itu dipengaruhi oleh asumsi yang ditanamkan kepada para pria selama ini, yakni orang berkacamata lebih pintar atau cerdas daripada orang tanpa kacamata.
“Maka jika Anda melihat perempuan berkacamata dan Anda tertarik kepada perempuan, itu merupakan tanda yang baik. Artinya Anda memiliki kriteria menyukai perempuan yang pintar,” katanya.
Meski demikian, Daniel tetap memegang nasihat para orang tua yang mengatakan bahwa kacamata tidak benar-benar menunjukkan kecerdasan seseorang.
“Ide, kreativitas, humor, dan empati. Itulah yang menunjukkan kecerdasan pada orang-orang,” pungkas Daniel.(*)
Editor : Thomas Dwi Priyandoko