KALTIMPOST.ID, Pada 18 November 1912, KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah di Yogyakarta.
Latar belakang berdirinya organisasi ini berakar pada keprihatinan terhadap kondisi umat Islam yang saat itu terbelakang dalam pendidikan dan terpengaruh oleh kolonialisme.
KH Ahmad Dahlan berupaya mengembalikan semangat keislaman melalui pendidikan yang modern tanpa melupakan nilai-nilai tradisional.
KH Ahmad Dahlan, yang lahir dengan nama Muhammad Darwis, terinspirasi oleh pengalaman pribadinya selama menimba ilmu di Mekkah dan berinteraksi dengan organisasi Jamiat Khair.
Pada tahun 1909, ia juga bergabung dengan Boedi Oetomo, organisasi pergerakan pertama di Indonesia.
Kedua pengalaman ini memberinya wawasan penting tentang perlunya pembaruan pendidikan dan organisasi yang kokoh untuk umat Islam.
Sebelum mendirikan Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan sudah mulai merevolusi pendidikan di rumahnya.
Ia mendirikan Madrasah Ibtidaiah Diniyah Islamiyah pada 1911, sekolah yang menggabungkan pelajaran agama dan umum.
Hal ini menjadi ciri khas pendidikan Muhammadiyah, berbeda dengan pesantren tradisional pada masa itu yang lebih fokus pada pelajaran agama semata.
Muhammadiyah tidak hanya bergerak di bidang pendidikan, tetapi juga dakwah dan sosial.
Gerakan ini memadukan prinsip Islam dengan pendekatan modern, sesuai dengan ajaran yang dianut Ahmad Dahlan: "Hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan cari hidup di Muhammadiyah."
Pesan ini menekankan pengabdian dan semangat altruism (perilaku yang dilakukan seseorang, semata-mata untuk kebahagiaan orang lain) dalam gerakan tersebut.
Visi besar KH Ahmad Dahlan adalah membangun generasi Islam yang kuat dan mandiri.
Muhammadiyah mendirikan banyak lembaga pendidikan, seperti Kweekschool Muhammadiyah dan Mu’alimin Muhammadiyah, serta rumah sakit dan panti asuhan. Organisasi ini juga mendorong pengembangan ekonomi umat melalui koperasi.
Hingga kini, Muhammadiyah menjadi salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, dengan ribuan sekolah, rumah sakit, dan lembaga sosial.
Warisan KH Ahmad Dahlan tetap hidup, menginspirasi perjuangan umat Islam untuk terus maju dengan pendidikan sebagai landasan. (*)
Dapatkan info dan berita update lain dari Kaltim Post. Gabung/join dengan klik >> Whatsapp Channel
Editor : Dwi Puspitarini