Lantas, bolehkah menggabungkan puasa qadha dengan puasa sunnah? Dan bagaimana niat puasa qadha Ramadhan?
Dalam Panduan Muslim Kaffah Sehari-hari oleh Muh Hambali, puasa qadha merupakan puasa yang dikerjakan seseorang untuk mengganti puasa wajib yang tertinggal, atau karena suatu hal yang membuat seseorang batal puasa wajibnya, tetapi tidak ada unsur kesengajaan, hanya karena tidak mampu menjalankan puasa tersebut.
Beberapa golongan yang diwajibkan menghaidqadha puasa meliputi musafir yang tidak berpuasa, orang yang sakit parah, wanita yang sedang haid atau nifas, serta mereka yang dengan sengaja membatalkan puasa, baik dengan muntah atau makan dan minum.
Hukum mengganti puasa Ramadhan bagi umat Islam adalah wajib. Ini telah dijelaskan dalam Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 185 yang artinya:
"Maka barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui".
Bolehkah Puasa Qadha dan Sunnah Digabung?
Dilansir dari laman Baznas, utang puasa Ramadhan tahun sebelumnya dapat diganti dengan puasa qadha bersamaan dengan puasa sunnah.
Salah satunya puasa Senin dan Kamis. Dengan tujuan mengharap ridha dan pahala yang berlipat dari Allah SWT.
Untuk menjalankan dua ibadah tersebut, cukup dengan membaca niat puasa bayar hutang puasa Ramadhan saja. Dengan begitu, tak perlu melafalkan dua niat, yakni puasa qadha Ramadhan dan puasa Senin atau Kamis.
Berikut niat puasa mengganti puasa Ramadhan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.
Qadha puasa Ramadan harus didahulukan sebelum puasa sunnah, karena puasa qadha merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan.
Sebagai puasa yang mengikat, qadha menjadi prioritas bagi mereka yang memiliki kewajiban untuk menggantinya. (*)
Editor : Almasrifah