KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Olahraga lari atau jogging, menjadi pilihan favorit banyak orang karena kepraktisannya. Apalagi, olahraga tersebut sekarang telah menjadi tren atau lifestyle.
Namun, tahukah Anda kapan waktu terbaik untuk mendapatkan manfaat maksimal dari olahraga ini? Ternyata, sore hari jawabannya!
Penelitian dari Journal of Sports Science & Medicine (2011) mengungkapkan, suhu inti tubuh mencapai puncaknya pada sore hari, sekitar pukul 4 hingga 5 sore. Peningkatan suhu ini memicu metabolisme dan kapasitas otot, sehingga pembakaran kalori lebih optimal dan performa lari meningkat.
Saat suhu inti tubuh naik, otot lebih siap menghadapi perubahan medan lari, sehingga risiko cedera pun berkurang.
Tak hanya itu, penelitian dari American Journal of Physiology Lung Celullar and Molecular Physiology (2015) menunjukkan, paru-paru bekerja lebih baik pada sore hari. Penyerapan oksigen yang maksimal membuat Anda bisa berlari lebih cepat dan fokus.
Manfaat Lain Jogging Sore:
- Tidur Lebih Nyenyak: Jogging sore merangsang produksi hormon melatonin, hormon pemicu tidur.
- Perbaikan Suasana Hati: Lari sore memicu pelepasan hormon endorfin, yang membuat tubuh rileks dan memperbaiki suasana hati.
Bagaimana dengan Pagi dan Malam Hari?
Jogging pagi hari juga memiliki manfaat, terutama untuk meningkatkan metabolisme dan membakar kalori sepanjang hari. Namun, suhu inti tubuh yang rendah di pagi hari membuat Anda membutuhkan waktu pemanasan lebih lama.
Lari pagi juga membantu menjaga konsistensi olahraga karena tidak terbentur jadwal lain. Sementara itu, jogging malam hari menjelang tidur kurang disarankan. Olahraga malam dapat mengganggu kualitas tidur dan menghambat pemulihan otot. Jika ingin olahraga malam, beri jeda minimal 90 menit sebelum tidur.
Untuk pembakaran lemak maksimal, jogging lebih dari 30 menit dengan intensitas rendah atau 30 menit dengan intensitas tinggi (70-80 persen detak jantung maksimal) sebanyak 5 kali seminggu. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo