Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Puasa Tetap Sehat dan Bugar? Simak Strategi dari Personal Trainer Ini!

Nasya Rahaya • Minggu, 9 Maret 2025 | 09:30 WIB
LATIHAN: Menjaga asupan nutrisi dan hidrasi yang tepat selama Ramadan sangat penting untuk mendukung latihan dan menjaga tubuh tetap bugar.
LATIHAN: Menjaga asupan nutrisi dan hidrasi yang tepat selama Ramadan sangat penting untuk mendukung latihan dan menjaga tubuh tetap bugar.

 

KALTIMPOST.ID, Menjaga kebugaran tubuh selama Ramadan bukanlah hal yang mudah, terutama bagi mereka yang memiliki rutinitas yang padat.

Namun, Monica Maulida punya solusi. Perempuan kelahiran 1997 itu saat ini sedang sibuk bekerja, sembari tetap menjadi seorang personal trainer (PT) gym yang digeluti sejak medio 2023 lalu.

Punya pengalaman yang banyak di dunia kebugaran, Monic, sapaan akrabnya mengungkapkan strategi dalam menjaga tubuh tetap bugar meski berpuasa. Seperti yang ia lakoni. Intensitas latihannya tentu berkurang selama Ramadan.

“Masih rutin, cuma tidak se-intens sebelum Ramadan. Di bulan puasa, saya tetap melakukan latihan tiga kali seminggu untuk weightlifting. Kalau di akhir pekan, saya biasanya fokus pada latihan kardio di gym,” ujarnya. Monic juga melatih klien pribadi di rumah sekitar tiga kali seminggu.

Namun, menurut Monic, penting untuk menyesuaikan waktu dan intensitas latihan dengan kondisi tubuh masing-masing.

“Kalau ada yang merasa kuat latihan di pagi hari, ya tidak masalah. Tapi, kalau lebih nyaman latihan sebelum berbuka, itu juga boleh. Olahraga saat perut kosong atau saat berpuasa, justru bisa efektif untuk pembakaran lemak,” tambahnya.

Bagi Monic, menjaga asupan nutrisi dan hidrasi yang tepat selama Ramadan sangat penting untuk mendukung latihan dan menjaga tubuh tetap bugar.

“Pastiin nutrisi dan air tercukupi saat berbuka dan sahur supaya tubuh tidak lemas. Jangan lupa untuk menyesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing karena tidak semua orang punya kapasitas latihan yang sama,” ujarnya.

Monic juga menekankan pentingnya memilih sumber protein yang tepat selama bulan puasa.

Sebagai seorang personal trainer, dia menyesuaikan pola makannya dengan kebutuhan tubuh yang hanya memiliki dua waktu makan, yaitu saat berbuka dan sahur.

“Porsi makan saya hampir sama, cuma saya lebih banyak menambahkan protein karena hanya ada dua kesempatan untuk makan. Untuk tambahan protein, saya biasanya mengonsumsi whey isolate, terutama saat sahur karena lebih praktis dan ringkas,” sebutnya.

Namun, Monic juga menyarankan alternatif protein yang lebih terjangkau dan mudah didapat.

“Kalau mau lebih mudah, praktis, dan murah, bisa konsumsi telur rebus. Biasanya saya makan telur rebus di waktu sahur atau berbuka untuk tambahan protein,” katanya.

Monic juga menambahkan bahwa yang paling penting adalah menjaga tubuh agar tetap fit tanpa merasa tertekan atau stres.

“Latihan dan diet saat puasa itu harus disesuaikan dengan kemampuan tubuh. Jangan dipaksakan untuk melakukan latihan yang berat jika tubuh merasa tidak mampu. Yang terpenting adalah mendengarkan tubuh kita," tutupnya. ***

Editor : Dwi Puspitarini
#ramadan #tips sehat puasa #personal trainer #Puasa Tetap Sehat dan Bugar