Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Astronot Pulang Setelah 9 Bulan di Luar Angkasa, Alami Kaki Ayam dan Kepala Bengkak, Kok Bisa?

Raden Roro Mira Budi Asih • Sabtu, 22 Maret 2025 | 19:33 WIB
PULANG: Astronot Barry dari NASA setelah mendarat di Teluk Meksiko pada Selasa (18/3) sore. Misi 8 hari yang berubah jadi 9 bulan.
PULANG: Astronot Barry dari NASA setelah mendarat di Teluk Meksiko pada Selasa (18/3) sore. Misi 8 hari yang berubah jadi 9 bulan.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Setelah hampir sembilan bulan berada di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), astronot NASA, Barry "Butch" Wilmore dan Suni Williams, akhirnya kembali ke bumi.

Mereka mendarat di perairan sekitar Teluk Meksiko pada Selasa sore (18/3) kemarin. Pulang menggunakan kapsul SpaceX Dragon.

Misi yang semula dijadwalkan hanya delapan hari itu terpaksa diperpanjang akibat masalah teknis pada pesawat luar angkasa yang seharusnya membawa mereka pulang.

Kedatangan mereka disambut dengan tantangan adaptasi terhadap gravitasi bumi. Kondisi tubuh yang mengalami perubahan signifikan selama di luar angkasa, seperti pemanjangan tubuh dan redistribusi cairan yang menyebabkan "kaki ayam" dan "kepala bengkak", harus kembali menyesuaikan diri dengan tarikan gravitasi.

"Dokter NASA telah memeriksa kondisi keduanya sebelum perjalanan pulang dan mereka menyatakan bahwa kesehatan mereka 'sangat baik'," ungkap dr Joe Dervay, salah satu dokter penerbangan NASA.

Para ilmuwan terus meneliti dampak jangka panjang paparan luar angkasa terhadap tubuh manusia. Data selama puluhan tahun menunjukkan bahwa astronot mengalami berbagai perubahan fisik, bahkan setelah periode singkat di luar angkasa. Sebagian besar perubahan ini bersifat sementara dan akan kembali normal setelah kembali ke bumi.

"Ada variasi individu dalam kecepatan pemulihan, tetapi sangat mengesankan melihat bagaimana mereka beradaptasi dengan cepat. Seringkali, beberapa hari kemudian, Anda tidak akan tahu apa yang telah mereka lakukan selama beberapa bulan terakhir," lanjut Dervay.

Mikrogravitasi menjadi penyebab utama perubahan yang dialami astronot. Tanpa gravitasi bumi, mereka mengalami penurunan kepadatan tulang, pelemahan otot, kehilangan kontrol motorik, gangguan koordinasi dan keseimbangan.

Sistem kekebalan tubuh, kardiovaskular, penglihatan, dan bahkan DNA juga dapat terpengaruh. Sebagian besar efek itu bersifat jangka pendek. Setelah kembali ke bumi, Wilmore dan Williams akan menjalani rehabilitasi untuk mengembalikan kondisi tulang dan otot mereka.

NASA yakin bahwa perpanjangan misi tersebut tidak akan menimbulkan masalah kesehatan yang tidak biasa bagi keduanya.

"Kami tidak melihat perlunya tindakan pencegahan khusus. Seperti astronot lainnya, mereka akan menjalani periode aklimatisasi yang berbeda-beda bagi setiap individu, kata Dina Contella, Wakil Manajer Program Stasiun Luar Angkasa Internasional NASA. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#kaki ayam #luar angkasa #astronot #nasa