Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Soft Living: Trend Terkini Gaya Hidup Gen Z yang Menolak Hustle Culture Demi Kesehatan Mental

Rahmi Ramadhani • Selasa, 5 Agustus 2025 | 06:05 WIB

Foto ilustrasi
Foto ilustrasi
KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Di tengah dominasi hustle culture dan tekanan hidup serba cepat, generasi Gen Z memperkenalkan alternatif gaya hidup yang lebih pelan dan mindful, dikenal dengan istilah soft living. Gaya hidup ini fokus pada keseimbangan hidup, kesehatan mental, dan menolak ambisi yang tidak sehat.

Bagi Gen Z, hidup bukan lagi soal kejar target dan lembur tanpa henti. Soft living mengajak mereka untuk hidup lebih santai, menikmati proses, dan merawat diri. Aktivitas seperti journaling, minum teh pagi hari, self-care Sunday, hingga tidur cukup menjadi bentuk self-love yang nyata. Ini adalah respons terhadap realitas kerja yang penuh tekanan.

Menurut Deloitte Global 2023, 46% Gen Z mengaku sering merasa stres di tempat kerja. Sementara itu, lebih dari setengah hidup dari gaji ke gaji, dengan beban finansial dan emosional yang besar. Dari situ, muncul kebutuhan akan gaya hidup yang lebih sehat dan tidak membebani mental.

Apa itu soft living?

Soft living adalah gaya hidup yang menolak hustle culture. Fokus utamanya adalah pada kualitas hidup, bukan kuantitas pencapaian. Gen Z yang mengadopsi gaya hidup ini lebih peduli pada waktu istirahat, batasan sehat, dan merawat kesehatan jiwa. Mereka berani berkata “tidak” pada hal-hal yang melelahkan secara emosional.

Gaya hidup ini juga memengaruhi tren konsumsi Gen Z. Produk wellness seperti aromaterapi, jurnal harian, dan perlengkapan self-care semakin diminati. Di media sosial, konten soft life seperti rutinitas pagi yang damai, stretching ringan, atau journaling estetik jadi bagian dari narasi digital Gen Z.

Namun, penting diingat bahwa soft living bukan berarti malas atau takut tantangan. Ini adalah upaya menciptakan hidup yang lebih mindful dan sustainable. Dengan cara ini, Gen Z belajar untuk menetapkan prioritas, menjaga batasan, dan tidak membiarkan ambisi merusak ketenangan batin.

Kesimpulannya, soft living adalah wujud kesadaran baru bahwa hidup tak harus selalu sibuk. Sukses versi Gen Z bisa berarti cukup tidur, hati tenang, dan punya waktu untuk diri sendiri. Gaya hidup ini menjadi penyeimbang di tengah dunia yang terlalu cepat—dan menjadi cara sehat untuk bertahan.

Editor : Uways Alqadrie
#Soft Living #gaya hidup gen z #Trend gen z 2025