Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Hindari Lilitan Pinjol dengan Mengenal Dana Darurat Sebagai Penyelamat Ekonomi Sulit

Nur Ismi Fadillah • Jumat, 8 Agustus 2025 | 13:17 WIB
Pentingnya memiliki perencanaan keuangan yang sehat.
Pentingnya memiliki perencanaan keuangan yang sehat.

KALTIMPOST.ID, Di tengah ketidakpastian ekonomi dan PHK massal, penting untuk memiliki perencanaan keuangan yang sehat.

Jangan sampai pinjaman online atau pinjol yang menjadi solusi saat tidak punya penghasilan. Sebab, kunci keuangan sehat adalah terbebas dari lilitan utang dengan bunga yang tidak masuk akal.

Salah satu cara untuk mengelola keuangan yang sehat adalah dengan menabung.

Selain itu, para pakar finansial juga menyarankan untuk menyiapkan dana darurat.

Apa itu dana darurat? 

Perlu diketahui bahwa dana darurat berbeda dengan tabungan.

Dana darurat adalah dana yang dikumpulkan untuk keadaan darurat dan kebutuhan mendesak, seperti saat pandemi atau krisis ekonomi di mana banyak orang kehilangan pekerjaan dan usaha terhenti.

Pada masa-masa yang tidak bisa diprediksi tersebut, dana darurat bisa menjadi penolong untuk bertahan hidup.

Lain halnya dengan tabungan, tabungan dikumpulkan untuk mencapai tujuan keuangan jangka pendek atau jangka panjang, di mana waktu dan tujuan penggunaannya sudah direncanakan. Misal, untuk biaya pendidikan anak, liburan, atau pernikahan.

Berapa jumlah dana darurat yang harus dimiliki?

Idealnya, dana darurat harus dapat menutupi biaya hidup sehari-hari selama 3-6 bulan saat tidak punya penghasilan.

Masa 3-6 bulan dianggap waktu yang cukup untuk seseorang kembali membangun usahanya atau kembali bekerja. 

Dana darurat juga perlu menghitung berapa banyak orang yang menjadi tanggungan. Artinya, seorang kepala keluarga yang memiliki istri dan dua orang anak, jumlah dana daruratnya pasti lebih besar dibandingkan dengan dana darurat yang harus dimiliki seseorang yang masih lajang dan tidak punya tanggungan. 

Misalnya, pengeluaran bulanan seseorang yang lajang sebesar Rp 5 juta. Pastikan jumlah pengeluaran tersebut sudah mencakup biaya keseluruhan yang dibutuhkan untuk kehidupan sehari seperti biaya sewa tempat tinggal, makan, dan transportasi.

Jadi, dana darurat yang perlu dikumpulkan adalah Rp 15-30 juta. 

Bagi seseorang yang menjadi tulang punggung keluarga, pastikan biaya bulanan yang dihitung sudah mencakup seluruh anggota keluarga yang ditanggung.

Misalnya pengeluaran untuk tiga anggota keluarga sebesar Rp 12 juta, maka dana darurat yang perlu dikumpulkan adalah Rp 36-Rp 72 juta. 

Berapa persentase yang harus disisihkan untuk dana darurat?

Alokasi untuk dana darurat disarankan 10-20 persen dari penghasilan.

Namun, persentase tersebut boleh saja berbeda, karena tetap perlu disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing.

Hal yang paling penting adalah untuk menyisihkan penghasilan untuk dana darurat mengingat betapa pentingnya pos keuangan ini.

Sebagai tips tambahan, pastikan dana darurat memiliki tingkat likuiditas atau pencairan yang tinggi agar dapat mudah digunakan saat kebutuhan mendesak datang.

Editor : Hernawati
#menabung #dana darurat #mengelola keuangan #tabungan #perencanaan keuangan