Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Ingin Isi Rumah dengan Perabotan Bekas? Hindari 5 Jenis Perabotan Ini!

Rahmi Ramadhani • Minggu, 10 Agustus 2025 | 14:46 WIB

 

Perempuan melihat-lihat perabotan bekas.
Perempuan melihat-lihat perabotan bekas.

 

KALTIMPOST.ID, Saat mengisi kebutuhan perabotan rumah baru maupun kontrakan, belanja barang bekas bisa jadi solusi yang efektif untuk menghemat budget tanpa menguras kantong yang besar.

Selain hemat, penggunaan perabotan bekas juga ramah lingkungan karena memanfaatkan barang yang sudah ada.

Tapi perlu berhati-hati, nyatanya tidak semua barang perabotan bekas layak untuk dibeli dan digunakan kembali di rumah Anda.

Beberapa perabotan bekas justru bisa membahayakan kesehatan atau malah membuat Anda mengeluarkan biaya tambahan lainnya saat menggunakan perabotan tersebut.

Agar tidak salah pilih, berikut daftar perabotan bekas yang sebaiknya Anda hindari untuk beli saat mengisi kebutuhan rumah baru maupun kontrakan:

 Baca Juga: Habis Thrifting Baju? Intip 4 Cara untuk Mencuci agar Lebih Bersih dan Higienis

  1. Elektronik Rumah Tangga

Peralatan seperti TV, AC, mesin cuci, atau oven bekas memang menggiurkan untuk dibeli. Namun Anda perlu berhati-hati karena barang elektronik bekas biasanya memiliki kerusakan dan umur pakai yang tidak dapat diprediksi.

Selain berisiko cepat rusak, perangkat elektronik rumah tangga bisa jadi sarang debu, serangga, hingga risiko yang tinggi terhadap korsleting listrik.

  1. Perabotan Rakitan/Bongkar-Pasang

Perabotan yang dimaksud adalah seperti lemari, rak, meja, atau yang lain sebagainya. Perabotan rakitan/bongkar pasang biasanya cenderung mudah rusak karena seringnya dipasang ulang atau dibongkar untuk kebutuhan pemindahan.

Selain itu, perabotan jenis ini juga rawan terhadap komponen-komponen kecil yang hilang, struktur yang tidak stabil, sampai bahan yang cepat lapuk seperti bahan MDF atau partikel board.

  1. Kasur

Perlu diperhatikan bahwa kasur bekas bisa menjadi sumber perkembangan jamur, tungau, atau bakteri yang cukup besar.

Selain itu, kebersihan kasur bekas juga sulit untuk dijamin karena perlu biaya dan ketelatenan besar dalam merawatnya meski tampak bersih.

Penggunaan kasur bekas yang diragukan higienisnya bisa memicu alergi, gatal, hingga gangguan pernapasan bagi para penggunanya.

 Baca Juga: 5 Alasan Kenapa Kamu Harus Join Komunitas Balikpapan Baca Buku

  1. Perabotan Berlapis Kain

Perabotan dengan bahan yang berlapis kain seperti sofa, kursi, maupun gorden bisa mudah menjadi sarangnya kutu busuk dan bakteri.

Perabotan jenis ini bisa menyimpan hama yang bersembunyi di dalam busa dan menyebabkan masalah kulit atau gatal di kemudian harinya.

  1. Karpet

Sama seperti perabotan berlapis kain, karpet bekas juga sering menyimpan noda, bau, dan hama.

Karpet yang difungsikan sebagai alas pada lantai biasanya susah dibersihkan apabila intensitas penggunanya cukup tinggi, seperti digunakan di lingkungan perkantoran atau tempat terbuka lainnya.

Pembersihan karpet bekas juga tidaklah mudah dan penggunanya bisa berisiko tinggi, terutama bagi anak-anak ataupun penderita alergi.

 Baca Juga: Mengungkap Asal-Usul Warna “Hijau Miskin” yang Viral di Media Sosial

Dengan mengetahui mana barang yang aman dibeli dan mana yang sebaiknya dihindari, belanja barang bekas bisa jadi pengalaman yang hemat, menyenangkan, dan tetap aman.

Bijaklah memilih agar tidak menyesal di kemudian hari! ***

Editor : Dwi Puspitarini
#barang bekas #perabotan bekas