Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Ternyata Memelihara Kucing Bisa Bikin Hidup Lebih Sehat dan Bahagia, Ini Alasannya!

Dwi Puspitarini • Minggu, 12 Oktober 2025 | 08:59 WIB
Ternyata memelihara kucing bukan hanya bikin rumah hangat, tapi juga menyehatkan tubuh dan mental.
Ternyata memelihara kucing bukan hanya bikin rumah hangat, tapi juga menyehatkan tubuh dan mental.

 

KALTIMPOST.ID, Setiap sore, ketika kamu pulang kerja dan disambut suara “meong” lembut dari sudut rumah, ada kehangatan yang sulit dijelaskan.

Kehadiran seekor kucing di rumah sering kali menjadi kawan tanpa syarat, pelepas lelah, dan teman yang tak banyak bicara.

Tapi lebih dari sekadar pelipur lara, ternyata memelihara kucing membawa keuntungan nyata.

Tak cuma untuk suasana hati, tapi juga kesehatan fisik dan mental. Banyak penelitian menyebutkan bahwa memiliki kucing bisa membantu meredakan stres, menurunkan tekanan darah, dan memperkuat kebahagiaan pribadi.

Namun, manfaat-manfaat itu sering tersembunyi di balik keimutan bulunya. Apa saja yang benar-benar bisa kamu rasakan jika hidup berdampingan dengan kucing? Simak pembahasan berikut ini,

 Baca Juga: Prompt AI Doodle Art Bergaya Graffiti, Edit Foto Biasa Jadi Karya Seni Keren dalam Sekejap!

Manfaat Memelihara Kucing di Rumah

1. Meredakan Stres dan Mengurangi Kecemasan

Sentuhan lembut saat membelai bulu kucing ternyata punya efek nyata: mengurangi hormon stres (kortisol) dan meningkatkan hormon “bahagia” seperti serotonin atau oksitosin.

Dilansir dari Healthline, berinteraksi hanya 10 menit dengan kucing dapat menurunkan detak jantung dan tekanan darah.

Selain itu, pemilik kucing dilaporkan mengalami lebih sedikit emosi negatif, serta perasaan kesepian atau isolasi sosial yang menekan mood.

2. Manfaat untuk Kesehatan Jantung dan Risiko Penyakit Kardiovaskular

Beberapa studi menunjukkan bahwa orang yang memelihara kucing cenderung punya risiko lebih rendah terkena serangan jantung atau penyakit jantung dibanding yang tidak punya hewan peliharaan.

Meski bukti belum sekuat untuk anjing, memiliki kucing tetap menunjukkan kecenderungan positif dalam menurunkan tekanan darah dan meredam respons tubuh terhadap stres (karena stres kronis bisa memicu penyakit jantung).

 Baca Juga: Prompt Gemini AI Sketsa Pulpen: Trik Ubah Foto Jadi Ilustrasi Tangan yang Bikin Takjub

3. Dukungan Emosional & Kesehatan Mental

Kucing dapat menjadi sahabat yang selalu ada. Mereka memberi kenyamanan tanpa syarat, terutama pada masa-masa sulit, ketika manusia kadang sulit dipercaya.

Interaksi seperti bermain bersama, mendengar dengkuran, atau sekadar berada di dekat mereka bisa mengurangi kecemasan, meningkatkan suasana hati, dan membantu orang merasa lebih terhubung.

Kucing juga digunakan dalam bentuk terapi hewan (animal-assisted therapy) untuk membantu orang dengan kecemasan, depresi, atau kondisi mental lainnya.

4. Memperkuat Sistem Imun & Kemungkinan Menurunkan Alergi

Beberapa penelitian menyebut bahwa paparan pada kucing saat usia dini dapat menurunkan risiko berkembangnya alergi dan asma di kemudian hari.

Penting dicatat, manfaat ini bergantung pada faktor genetik, lingkungan, dan interaksi kesehatan secara keseluruhan, jadi bukan jaminan mutlak.

 Baca Juga: Prompt AI Foto Jadul, Cara Pulihkan Potret Buram Jadi Jernih seperti Baru

5. Menjaga Fungsi Otak Seiring Usia

Sebuah studi terkini yang diterbitkan di Scientific Reports menunjukkan bahwa memelihara kucing atau anjing dikaitkan dengan penurunan laju kemunduran fungsi kognitif pada orang tua, terutama dalam kemampuan berbahasa dan daya pikir (verbal fluency) pada pemilik kucing.

Ini menunjukkan bahwa keberadaan hewan peliharaan bisa menjadi stimulus mental yang positif seiring waktu.

6. Tanggung Jawab, Rutinitas, dan Tujuan Harian

Merawat kucing mulai memberi makan, membersihkan kandang, bermain, menciptakan rutinitas harian.

Rutinitas semacam ini memberi struktur pada hidup, terutama untuk mereka yang merasa kehilangan arah atau motivasi.

Tanggung jawab merawat makhluk lain juga memberi makna: “saya diperlukan,” “ada yang bergantung padaku,” yang bisa meningkatkan harga diri dan kepuasan hidup.

 Baca Juga: Prompt Gemini AI untuk Foto Rappelling Tebing, Rahasia Foto Adventure Keren yang Viral di Medsos

Catatan dan Risiko yang Perlu Diperhatikan

Alergi & Kebersihan

Beberapa orang punya alergi terhadap bulu atau dander (kulit shed) kucing. Reaksi bisa berupa bersin, mata merah, atau batuk.

Menjaga kebersihan rumah, misalnya rutin menyedot debu, membersihkan kotak pasir kucing, dan mencuci tangan setelah kontak bisa membantu meminimalkan efek alergi.

Toksoplasmosis dan Kehamilan

Kucing bisa membawa parasit Toxoplasma gondii, yang jika terpapar pada wanita hamil bisa berisiko pada janin.

Namun, kewaspadaan seperti mengganti pasir dengan sarung tangan dan mencuci tangan bisa menurunkan risiko tersebut.

 Baca Juga: 10 Prompt AI Arabian Style Ini Bisa Ubah Foto Jadi Super Realistis, Serasa Jadi Model Eksklusif di Padang Pasir

Tips agar Hubungan dengan Kucing Makin Sehat dan Menyenangkan

 Baca Juga: Prompt AI Foto Depan Ka’bah dengan Google Gemini Jadi Tren Viral, Serasa Umroh Virtual

Memelihara kucing di rumah bukan hanya soal “punya hewan lucu”. Ada banyak manfaat riil bagi kesehatan fisik dan mental, dari mengurangi stres, menurunkan tekanan darah, memperkuat fungsi otak, hingga memberi teman sejati di hari-hari sepi.

Tentu, memelihara kucing juga memerlukan tanggung jawab dan kesadaran terhadap risiko.

Namun bila dilakukan dengan baik, kehadiran mereka bisa membawa harmoni yang tak ternilai dalam hidup kita. ***

Editor : Dwi Puspitarini
#manfaat kucing bagi kesehatan #alasan pelihara kucing #kesehatan mental #manfaat memelihara kucing