Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Lari Pagi, Sore, atau Malam? Mengupas Tuntas Waktu Terbaik untuk Olahraga Sesuai Tujuan Kamu

Khoirun Nisa • Jumat, 31 Oktober 2025 | 19:45 WIB

Foto ilustrasi
Foto ilustrasi
KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Bagi banyak orang, pertanyaan terbesar dalam memulai rutinitas lari bukanlah “berapa jauh,” melainkan “waktu.” Perdebatan antara lari pagi, sore, dan malam selalu ramai, masing-masing dengan pendukungnya yang fanatik.

Kabar baiknya: tidak ada satu jawaban yang benar secara universal. Waktu lari “terbaik” sangat bergantung pada ritme sirkadian (jam biologis) tubuh kamu, tujuan spesifik kamu (apakah itu menurunkan berat badan atau performa), dan yang terpenting, konsistensi.

Mari kita bedah kelebihan dan kekurangan setiap waktu untuk membantu kamu menentukan jadwal yang paling optimal.

Lari Pagi (05.00 – 08.00): Konsistensi dan Pembakaran Lemak

Lari pagi sering dianggap sebagai pilihan ideal bagi mereka yang ingin membangun kebiasaan.

Kelebihan:

Membangun Konsistensi: Melakukannya di pagi hari berarti “menyelesaikan” olahraga sebelum gangguan lain (pekerjaan, rapat, rasa malas) muncul di siang hari.

Meningkatkan Metabolisme: Lari pagi dapat “membangunkan” metabolisme kamu, membuatnya bekerja lebih efisien sepanjang hari.

Potensi Pembakaran Lemak: Jika kamu berlari dalam keadaan perut kosong (fasted cardio), tubuh cenderung menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi utama.

Kualitas Udara: Udara pagi hari biasanya lebih bersih dan sejuk.

Kekurangan:

Tubuh Masih Kaku: Suhu inti tubuh masih rendah di pagi hari. Otot dan persendian cenderung lebih kaku, sehingga risiko cedera sedikit lebih tinggi jika pemanasan tidak memadai.

Perlu Ekstra Disiplin: Bangun lebih awal membutuhkan disiplin yang kuat.

Ideal untuk: Orang yang ingin konsisten, menurunkan berat badan, atau memiliki jadwal sore yang padat.

Lari Sore (15.00 – 18.00): Performa Puncak

Bagi atlet atau pelari serius, sore hari seringkali menjadi “prime time” untuk performa.

Kelebihan:

Performa Optimal: Penelitian menunjukkan bahwa suhu inti tubuh, fungsi paru-paru, dan kekuatan otot berada di puncaknya pada sore hari. Tubuh kamu paling siap untuk aktivitas fisik yang intens.

Energi Terisi Penuh: Kamu sudah makan siang, sehingga cadangan glikogen (energi) penuh. Ini ideal untuk lari jarak jauh atau latihan interval (HIIT).

Risiko Cedera Lebih Rendah: Otot sudah lebih hangat dan fleksibel dibandingkan pagi hari.

Kekurangan:

Jadwal yang Bentrok: Ini adalah jam sibuk untuk pulang kerja, kuliah, atau mengurus keluarga.

Cuaca Panas: Di iklim tropis seperti Kalimantan Timur, lari sore hari bisa terasa sangat panas dan menyengat.

Ideal untuk: Latihan kecepatan, lari jarak jauh, atau siapa saja yang ingin memecahkan rekor pribadi (Personal Best).

Lari Malam (19.00 – 22.00): Pelepasan Stres

Lari malam menjadi pilihan populer bagi mereka yang memiliki hari yang panjang dan melelahkan.

Kelebihan:

Pelepasan Stres: Lari setelah seharian bekerja adalah cara ampuh untuk “membersihkan kepala” dari stres dan ketegangan.

Cuaca Lebih Sejuk: Suhu udara sudah jauh lebih nyaman dan tidak ada lagi sengatan matahari.

Lebih Tenang: Jalanan atau trek lari biasanya lebih sepi.

Kekurangan:

Potensi Gangguan Tidur: Ini adalah mitos sekaligus fakta. Lari ringan hingga sedang sebenarnya dapat membantu tidur lebih nyenyak. Namun, olahraga yang sangat intens (seperti sprint atau HIIT) terlalu dekat dengan jam tidur dapat meningkatkan adrenalin dan suhu tubuh, sehingga membuat kamu sulit terlelap.

Faktor Keamanan: Visibilitas (jarak pandang) berkurang. Kamu harus ekstra hati-hati dengan kondisi jalan dan menggunakan pakaian yang memantulkan cahaya.

Ideal untuk: Orang yang super sibuk di pagi/sore hari, atau yang menggunakan lari sebagai sarana meditasi dan pelepas stres kerja.

Putusan Akhir: Konsistensi adalah Raja

Analisis fisiologis memang menarik, tetapi kenyataannya sederhana: Waktu lari terbaik adalah waktu di mana kamu bisa melakukannya secara konsisten.

Dengarkan tubuh kamu. Jika kamu adalah “morning person,” paksakan lari pagi. Jika kamu “night owl,” lari malam mungkin terasa lebih alami. 

Percuma merencanakan lari pagi jika kamu membencinya dan akhirnya berhenti setelah seminggu. Pilih slot waktu yang paling realistis untuk jadwal kamu, dan patuhi itu.

 

Editor : Uways Alqadrie
#Lari Sehat #gaya hidup #olahraga lari