Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kekayaan Bukan Sekadar Pakaian, Studi Ungkap Status Sosial Bisa Terbaca dari Raut Wajah

Ari Arief • Minggu, 23 November 2025 | 14:00 WIB

Ilustrasi wajah
Ilustrasi wajah

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Banyak orang secara keliru beranggapan bahwa tingkat kekayaan seseorang selalu diukur dari indikator luar yang terlihat jelas, seperti kepemilikan mobil mewah, busana bermerek, atau rumah yang besar. Namun, kenyataan ilmiah menunjukkan bahwa tanda-tanda status sosial ternyata bisa lebih tersirat.

Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa status sosial dan tingkat kesejahteraan finansial seseorang dapat terdeteksi melalui raut wajah mereka. Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Personality and Social Psychology ini menyimpulkan bahwa ekspresi emosi yang dialami dan terekam selama hidup dapat membentuk persepsi yang dilihat oleh orang lain.

Menurut R-Thora Bjornsdottir, peneliti utama dalam riset tersebut, perbedaan kelas sosial seseorang dapat dikenali dari wajah mereka, bahkan ketika subjek tidak menunjukkan ekspresi spesifik.

"Meskipun hubungan antara kekayaan dan kelas sosial telah sering diteliti, penelitian ini secara khusus memperlihatkan bahwa perbedaan tersebut secara fisik dapat terlihat di wajah," jelasnya, seperti dikutip dari CNBC Make It.

Baca Juga: Lebih dari Sekadar Menunggu: Keajaiban Mancing untuk Melepas Stres dan Melatih Kesabaran

Stres dan Pola Ekspresi Wajah

Temuan kunci dari studi ini adalah bahwa individu yang memiliki kondisi finansial yang lebih stabil umumnya mengalami tingkat stres yang lebih rendah. Kondisi internal ini secara tidak langsung tercermin dalam pola ekspresi wajah yang terbentuk dan bertahan seiring waktu. Sebaliknya, mereka yang terus berjuang untuk memenuhi kebutuhan dasar cenderung menyimpan ketegangan emosional yang meninggalkan jejak halus pada struktur wajah.

Dalam metodologi penelitian, para ilmuwan menggunakan 160 foto wajah netral (tanpa ekspresi) berwarna hitam putih, yang terdiri dari 80 pria dan 80 wanita. Separuh subjek berasal dari kelas sosial atas, dan separuh lainnya dari kalangan pekerja. Ketika foto-foto ini disajikan kepada responden, mereka diminta untuk menebak status sosial ekonomi masing-masing subjek.

Akurasi Tebakan dan Konsekuensi Bias

Hasilnya cukup mencengangkan 68 persen tebakan responden ternyata akurat, jauh melampaui tingkat akurasi yang didapatkan secara acak. Menariknya, respons tetap akurat bahkan ketika foto hanya menampilkan area mata atau mulut, dan sebagian besar responden tidak menyadari bagaimana mereka bisa merasakan perbedaan status tersebut.

Baca Juga: Daftar 10 Taipan Indonesia Terbaru, Prajogo Masih Jawara di Atas Low Tuck Kwong: Kekayaan Naik Rp8 Triliun dalam Sebulan

Nicholas O. Rule, salah satu peneliti, menerangkan bahwa wajah seseorang berfungsi sebagai "penyimpan" pola emosi yang terbentuk sepanjang hidup. Kontraksi otot wajah yang berulang, baik karena stres kronis maupun kebahagiaan yang sering, dapat memengaruhi pembentukan garis dan struktur halus pada wajah.

Rule memperingatkan bahwa kemampuan menebak status sosial hanya dari wajah ini berpotensi membawa konsekuensi negatif berupa bias dan penilaian awal. Individu yang secara visual memiliki 'wajah kaya' (atau perceived wealth) cenderung mendapatkan perlakuan yang lebih baik dari orang lain.

"Persepsi kelas sosial yang didasarkan pada wajah mungkin memiliki dampak lanjutan yang signifikan. Kita mengetahui adanya siklus kemiskinan, dan fenomena ini berpotensi menjadi salah satu faktor yang memicu atau menyumbang pada siklus tersebut," tutup Rule.(*)

Editor : Thomas Priyandoko