Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Menjelang Ramadhan, Coba Ingat Lagi Ada Kewajiban yang Sering Terlupakan

Dwi Puspitarini • Jumat, 6 Februari 2026 | 06:24 WIB
Ilustrasi. Niat puasa qadha harus dilakukan pada malam hari hingga sebelum waktu subuh.
Ilustrasi. Niat puasa qadha harus dilakukan pada malam hari hingga sebelum waktu subuh.

KALTIMPOST.ID, Tak terasa, bulan Ramadhan akan segera hadir kembali. Bulan suci yang selalu dinanti umat Muslim ini menjadi momen untuk memperbaiki diri, memperbanyak ibadah, dan menata kembali niat dalam menjalani kehidupan.

Namun, di tengah persiapan menyambut Ramadhan, ada satu hal penting yang kerap luput dari perhatian sebagian orang.

Padahal, hal ini berkaitan langsung dengan kewajiban yang belum terselesaikan dari Ramadhan sebelumnya.

Sering Terlupa Saat Menyambut Bulan Suci

Bagi umat Muslim, puasa Ramadhan adalah kewajiban utama. Namun, dalam kondisi tertentu seperti sakit, haid, atau bepergian jauh, seseorang diperbolehkan untuk tidak berpuasa.

Meski demikian, ada kewajiban yang harus dipenuhi setelahnya, yakni mengganti puasa di hari lain.

Sayangnya, tidak sedikit orang yang menunda hingga lupa. Baru ketika Ramadhan berikutnya hampir tiba, kewajiban ini kembali teringat.

Padahal, mengganti puasa yang tertinggal merupakan perintah yang jelas dalam ajaran Islam. Hal ini juga ditegaskan dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 185:

“Siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan Ramadhan, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.” (QS Al-Baqarah: 185).

Mengapa Harus Segera Ditunaikan?

Mengganti puasa Ramadhan bukan sekadar formalitas ibadah. Ini adalah bentuk tanggung jawab seorang Muslim terhadap kewajiban yang belum tertunaikan.

Baca Juga: Ramadhan, Idul Fitri dan Idul Adha 2026: Ini Versi Muhammadiyah, NU, dan Pemerintah

Menyelesaikan hutang puasa sebelum Ramadhan tiba juga membuat ibadah di bulan suci menjadi lebih tenang dan fokus.

Selain itu, para ulama menganjurkan agar qadha puasa dilakukan sesegera mungkin, tanpa menunggu hingga mendekati Ramadhan berikutnya.

Niat Menjadi Penentu Sah atau Tidaknya Puasa

Seperti ibadah lainnya, niat memegang peranan penting. Puasa pengganti Ramadhan memiliki niat khusus yang membedakannya dari puasa Ramadhan pada waktunya.

Niat puasa qadha harus dilakukan pada malam hari hingga sebelum waktu subuh. Jika niat terlupa dan dilakukan setelah fajar, maka puasa tersebut tidak dianggap sah dan perlu diulang di hari lain.

Baca Juga: Muhammadiyah Ungkap Tanggal Puasa Ramadhan 2026, Beda dengan Prediksi Awal

Berikut adalah bacaan niat Puasa Qadha Ramadhan:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَ

Bacaan Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an qadha'i fardhi syahri Ramadhana lillahi ta'ala.

Artinya: "Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.”

Perbedaan utama niat ini dengan niat puasa Ramadhan biasa terletak pada penegasan kapan pelaksanaan puasanya, tepatnya pada kata qadha (dikerjakan di luar waktu) sebagai pembeda dengan ada (dikerjakan pada waktunya).

Menyambut Ramadhan dengan Lebih Siap

Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang kesiapan hati dan tanggung jawab ibadah.

Menyelesaikan kewajiban yang tertunda adalah salah satu cara menyambut bulan suci dengan lebih baik.

Mumpung Ramadhan masih di depan mata, inilah waktu yang tepat untuk kembali mengingat, mengecek, dan menunaikan kewajiban yang mungkin masih tersisa.***

Editor : Dwi Puspitarini
#puasa qadha Ramadhan #Hutang puasa ramadhan #hutang puasa #menjelang ramadhan #kewajiban puasa #Puasa Ramadhan