Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Strategi Anti-Lemas Saat Ramadan, Ini Rahasia Pola Makan Sehat ala Pakar Gizi!

Ari Arief • Rabu, 25 Februari 2026 | 11:30 WIB

Jangan lupa sahur agar badan tidak lemas.
Jangan lupa sahur agar badan tidak lemas.

KALTIMPOST.ID, JAKARTA-Memasuki hari-hari pertama Ramadan, keluhan lemas dan kurang bertenaga sering kali muncul. Padahal, kondisi ini bisa diantisipasi dengan pengaturan nutrisi yang tepat.

Dr. Diana Felicia Suganda, M.Kes, Sp.GK, seorang spesialis gizi klinik dari RSPI Bintaro Jaya, Jakarta, membagikan kunci rahasia agar tubuh tetap fit selama berpuasa melalui akun Instagram pribadinya.

Menurut dr. Diana, fondasi utama tubuh berenergi adalah jangan pernah melewatkan sahur. Sahur bukan sekadar urusan perut kenyang, melainkan tentang kualitas asupan yang masuk ke tubuh.

Fondasi Sahur: Nutrisi Lengkap, Energi Stabil

Agar rasa kenyang bertahan lebih lama dan energi tidak cepat merosot, menu sahur harus memiliki komposisi yang seimbang.

Protein berkualitas seperti telur, ikan, ayam, tempe, atau tahu. Protein adalah kunci agar kenyang lebih awet.

Baca Juga: Motor Mogok di Jalan saat Berpuasa? Jangan Panik, Layanan Honda Care Solusinya

Karbohidrat kompleks dengan cara pilih nasi merah, roti gandum, atau oatmeal agar pelepasan energi ke tubuh berlangsung perlahan dan stabil.

Serat tinggi seperti sayuran hijau dan buah-buahan (seperti apel atau pepaya) penting untuk menjaga pencernaan dan mencegah sembelit.

Tambahkan sedikit sumber lemak sehat seperti alpukat, kacang-kacangan, atau minyak zaitun dan memastikan minum 2-3 gelas air saat sahur.

Ritual Berbuka: Bertahap dan Lembut bagi Lambung

Kesalahan umum saat berbuka adalah langsung menyantap makanan besar atau gorengan. Dr. Diana menyarankan pendekatan yang lebih ramah bagi sistem pencernaan.

Mulai dengan yang ringan yaitu awali dengan air putih dan 1–3 butir kurma untuk mengembalikan kadar gula darah secara perlahan.

Baca Juga: Mencekam! Demo di Mapolda DIY Diwarnai Letusan dan Pagar Roboh, Akses Condongcatur Ditutup

Beri jeda dengan hindari makan besar secara instan. Tunggu sekitar 10–15 menit setelah takjil ringan sebelum beralih ke hidangan utama.

Makan malam yang bijak tetap gunakan prinsip gizi seimbang (karbohidrat, protein, sayur). Hindari makanan yang terlalu berlemak (santan berlebih), pedas, atau asam saat perut masih kosong agar lambung tidak kaget.

Manajemen Cairan dan Gaya Hidup

Agar tubuh tidak dehidrasi, targetkan asupan cairan sebanyak 8–10 gelas di antara waktu berbuka hingga sahur.

Anda bisa menggunakan rumus 2-4-2. Penjelasannya 2 gelas saat berbuka, 4 gelas sepanjang malam, dan 2 gelas saat sahur.

Sebagai pelengkap, dr. Diana mengingatkan pentingnya menjaga durasi tidur yang cukup dan tetap melakukan aktivitas fisik ringan.

Hal ini bertujuan agar metabolisme tubuh dan keseimbangan hormon tetap terjaga optimal selama bulan suci.(*)

Editor : Almasrifah
#pencernaan #energi #gorengan #sahur