KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Menjalankan ibadah puasa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga dari fajar hingga petang. Bagi sebagian orang, tantangan terberat justru muncul saat tubuh mulai terasa lemas, pusing, hingga sulit berkonsentrasi di tengah hari. Ternyata, pemicu utamanya seringkali berasal dari pemilihan menu sahur yang kurang tepat.
Ahli gizi dan diet, Dr. Nindi Sahai, mengungkapkan bahwa rasa lelah yang ekstrem biasanya dipicu oleh konsumsi karbohidrat olahan atau kadar gula tinggi saat sahur.
"Kuncinya adalah mengonsumsi makanan yang melepaskan energi secara perlahan agar kadar gula darah tetap stabil sepanjang hari," jelas Dr. Sahai sebagaimana dilansir dari Financial Express.
Strategi Karbohidrat Kompleks dan Protein
Alih-alih hanya menyantap roti putih atau sereal instan, Dr. Sahai menyarankan masyarakat untuk beralih ke karbohidrat kompleks seperti oat atau nasi merah. Jenis makanan ini memerlukan waktu lebih lama untuk dicerna, sehingga pasokan energi ke aliran darah menjadi lebih konsisten.
Namun, karbohidrat saja tidak cukup. Untuk memberikan rasa kenyang yang lebih awet, kombinasi dengan protein adalah hal wajib. Sumber protein telur, greek yogurt, atau kacang-kacangan (buncis/kedelai). Manfaat protein memperlambat proses pencernaan dan membantu menjaga massa otot selama belasan jam berpuasa.
Peran Lemak Sehat dan Buah-buahan
Menambahkan lemak sehat juga sangat direkomendasikan untuk menstabilkan energi. Anda bisa mengonsumsi segenggam kacang-kacangan, biji-bijian, atau sedikit selai kacang. Lemak berfungsi menghambat penyerapan karbohidrat yang terlalu cepat, sehingga mencegah munculnya rasa lemas di sore hari.
Untuk pelengkap, buah-buahan seperti pisang, apel, dan kurma sangat baik karena mengandung serat dan mineral. Namun, Dr. Sahai memberikan catatan penting. "Jangan hanya makan buah saat sahur. Selalu padukan dengan protein agar tidak terjadi lonjakan gula darah yang diikuti penurunan energi secara mendadak."
Hidrasi dan Pantangan
Terkait kebutuhan cairan, selain air putih, air kelapa bisa menjadi opsi cerdas untuk mengisi kembali elektrolit tubuh. Di sisi lain, masyarakat diminta waspada terhadap "jebakan" menu sahur yang menggoda namun merugikan, seperti gorengan dan makanan manis memicu lesu lebih cepat.
Kafein berlebih berisiko menyebabkan dehidrasi selama jam puasa. "Dengan menu yang seimbang dan kaya serat, suasana hati akan lebih terjaga dan konsentrasi tetap tajam. Puasa pun menjadi lebih ringan untuk dijalani," kata Dr. Sahai.(*)
Editor : Hernawati