Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Efek Lebaran Bikin Kantong Kering, Ini 5 Cara Jitu Menyelamatkan Keuangan!

Ilmidza • Kamis, 9 April 2026 | 14:16 WIB
Ilustrasi kantong kering usai lebaran.
Ilustrasi kantong kering usai lebaran.

 KALTIMPOST.ID, Setelah menjalani bulan Ramadhan dan merayakan Idul Fitri 2026, banyak masyarakat merasakan kondisi keuangan yang mulai menipis. Hal ini wajar mengingat tingginya pengeluaran selama periode tersebut, mulai dari kebutuhan sahur dan berbuka, zakat dan sedekah, biaya mudik, belanja Lebaran, hingga pembagian THR yang cukup menguras anggaran.

Fenomena ini juga dibenarkan oleh Presiden Direktur ShopeePay Indonesia, Eka Nilam Dari. Ia menyebutkan bahwa terjadi peningkatan transaksi yang signifikan selama Ramadhan hingga Lebaran. Menurutnya, lonjakan tersebut menunjukkan semakin tingginya ketergantungan masyarakat terhadap layanan keuangan digital, terutama untuk mengirim THR dan memenuhi kebutuhan harian seperti pembelian makanan serta voucher digital.

Namun, setelah Lebaran usai, aktivitas transaksi melalui platform digital justru mengalami penurunan. Hal ini diduga karena masyarakat sedang mulai menata kembali kondisi keuangan mereka setelah banyak pengeluaran selama momen tersebut. Untuk itu, pihaknya mendorong pengguna agar kembali ke pola konsumsi yang lebih hemat melalui berbagai program promo dan efisiensi pengeluaran.

Menata keuangan setelah Ramadhan dan Lebaran menjadi langkah penting agar kondisi finansial dapat kembali stabil. Tidak hanya sekadar mengurangi pengeluaran, tetapi juga membangun kebiasaan keuangan yang lebih sehat untuk jangka panjang.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memulihkan kondisi keuangan secara bertahap. Salah satunya adalah memanfaatkan berbagai promo dan diskon untuk memenuhi kebutuhan harian seperti pulsa, transportasi, maupun belanja rutin. Selain itu, penggunaan sistem reward atau poin dari transaksi juga bisa menjadi cara untuk mendapatkan keuntungan tambahan seperti potongan harga atau hadiah.

Di sisi lain, penting untuk menghindari kebiasaan berutang dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jika memang terpaksa, sebaiknya memilih opsi cicilan tanpa bunga agar tidak memberatkan arus kas.
Langkah berikutnya adalah menyusun ulang anggaran bulanan. Setelah mengetahui kondisi keuangan terkini, prioritaskan kebutuhan utama seperti konsumsi, tagihan rumah tangga, cicilan, biaya pendidikan, dan transportasi. Pengeluaran yang bersifat konsumtif sebaiknya ditekan sementara hingga kondisi keuangan kembali stabil.

Menunda pembelian barang yang tidak mendesak juga menjadi strategi penting. Meski banyak promo menarik pasca Lebaran, keputusan belanja harus tetap didasarkan pada kebutuhan, bukan sekadar keinginan.
Selain itu, bagi yang memiliki utang atau cicilan, segera buat rencana pelunasan agar tidak menumpuk dan membebani keuangan di kemudian hari. Mengelola utang dengan baik akan membantu mempercepat pemulihan kondisi finansial.

Terakhir, mulailah kembali kebiasaan menabung. Meski terasa sulit setelah banyak pengeluaran, menabung tetap penting untuk membangun kembali dana darurat. Tidak perlu dalam jumlah besar, cukup dimulai dari nominal kecil secara konsisten, seperti menyisihkan sebagian kecil dari penghasilan secara rutin.

Dengan langkah-langkah tersebut, kondisi keuangan pasca Lebaran dapat pulih secara bertahap dan lebih terkontrol, sekaligus membantu membentuk pola pengelolaan keuangan yang lebih bijak ke depannya.

Editor : Ilmidza
#keuangan #tips #lifestyle