Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Khutbah Jumat Singkat Hari Ini: 3 Pondasi Dasar untuk Mampu Melaksanakan Ibadah Haji

Almasrifah • Jumat, 15 Mei 2026 | 09:16 WIB
Khutbah Jumat hari ini, 15 Mei 2026, tentang kemuliaan melaksanakan ibadah Haji.
Khutbah Jumat hari ini, 15 Mei 2026, tentang kemuliaan melaksanakan ibadah Haji.

KALTIMPOST.ID, Tema khutbah Jumat pekan ini mengangkat tentang kemuliaan ibadah haji sebagai rukun Islam kelima.

Materi khutbah Jumat hari ini membahas makna istitha’ah atau kemampuan dalam ibadah haji, mulai kesiapan fisik, kekuatan iman, hingga kecukupan harta sebagai bekal.

Bagi para khatib yang mencari khutbah Jumat terbaru, materi khutbah Jumat singkat ini dapat menjadi referensi.

Berikut isi teks khutbah Jumat selengkapnya yang memuat dalil Al-Qur’an, hadis, serta pesan penting tentang kesiapan lahir dan batin dalam menunaikan ibadah haji.

Baca Juga: Teks Khutbah Jumat Hari Ini, 15 Mei 2026: Sejarah dan Keutamaan Hari Jumat sebagai Sayyidul Ayyam

Khutbah I

 الحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لا شَرِيك لَه، ذُو اْلجَلالِ وَالإكْرام، وَأَشْهَدُ أَنّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسولُه، اللّهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وَعَلَى الِه وَأصْحابِهِ وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى يَوْمِ الدِّين، أَمَّا بَعْدُ: فَيَاأيُّهَا الإِخْوَان، أوْصُيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنْ، قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي اْلقُرْانِ اْلكَرِيمْ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الَّشيْطَانِ الرَّجِيْم، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمْ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا الله وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ الله وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا وقال تعالى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ صَدَقَ اللهُ العَظِيمْ

Jamaah Jumat hafidhakumullah,  

Mengawali khutbah yang singkat ini, khatib berwasiat kepada kita semua, terutama kepada diri khatib pribadi untuk senantiasa berusaha meningkatkan ketakwaan dan keimanan kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala, yakni dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhkan diri dari segala yang dilarang dan diharamkan-Nya.   Ma’assiral Muslimin Rahimakumullah, Ibadah haji merupakan ibadah yang sangat mulia, dan wajib dilaksanakan oleh setiap umat Muslim yang telah mampu. Seperti yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim:  

 عَنِ ابْنِ عُمَرَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم «بُنِيَ الإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، وَإِقَامِ الصَّلَاةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَالحَجِّ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ

Artinya: Dari Umar Radliyallahu anhu. Nabi saw bersabda, Islam itu didirikan atas lima perkara. Yaitu, bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Muhammad adalah Rasul-Nya, mendirikan sholat, menunaikan zakat, puasa pada bulan Ramadan, menunaikan ibadah haji ke Baitullah bagi yang mampu melakukannya (HR Muttafaq 'alaih).  

Namun demikian, kewajiban menunaikan ibadah haji hanyalah sekali dalam seumur hidup sebagaiamana hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai berikut:    

 أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ فَرَضَ اللهُ عَلَيْكُمُ الْحَجَّ فَحُجُّوا. فَقَالَ رَجُلٌ: أَكُلَّ عَامٍ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ فَسَكَتَ حَتَّى قَالَهَا ثَلاَثًا، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَوْ قُلْتُ نَعَمْ لَوَجَبَتْ، وَلَمَا اسْتَطَعْتُمْ    

Artinya: Wahai sekalian manusia, sungguh Allah telah mewajibkan bagi kalian ibadah haji maka tunaikanlah haji kalian! Seseorang berkata, Apakah setiap tahun, ya Rasulullah? Beliau terdiam sehingga orang tersebut mengulangi ucapannya tiga kali. Lalu Rasulullah saw bersabda, Kalau aku katakan ya, niscaya akan wajib bagi kalian dan kalian tidak akan sanggup (HR Ahmad, Muslim dan Nasa’i).  

Ma’assiral Muslimin Rahimakumullah,

Baca Juga: Naskah Khutbah Jumat, 15 Mei 2026: Menyambut Bulan Dzulhijah dengan Semangat Beribadah

Ibadah haji merupakan rukun Islam yang ke lima. Benar-benar ibadah mahdlah yang wajib serta memiliki syarat dan rukun. Meskipun termasuk rukun Islam, akan tetapi hukum wajibnya tidak bersifat mutlak karena hanya ditujukan kepada mereka yang telah mampu.   

Allah berfirman dalam Al-Quran, surat Ali Imran, ayat 97:  

 وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلْبَيْتِ مَنِ ٱسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ عَنِ ٱلْعَٰلَمِينَ  

Artinya: Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang mampu mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam (QS Ali Imran: 97).  

Mampu disini mengandung berbagai unsur, komponen dan keadaan yang terperinci dalam kehidupan nyata, seperti mampu dalam fisik, ruhani, ekonomi, dan lain sebagainya. Karena mengerjakan ibadah haji membutuhkan banyak persiapan yang matang dan tekad yang bulat. Akan tetapi dari segala kemampuan yang paling mendasar untuk menunaikan ibadah haji yakni:  

Pertama, mampu jasadiyah atau fisik. Ibadah haji merupakan ibadah yang membutuhkan fisik yang sehat dan prima. Tanpa fisik yang prima, niscaya akan kerepotan ketikan menunaikan ibadah haji. Karena berbedanya iklim di Arab Saudi yang panas dengan Indonesia yang tropis, menjadikan penanganan yang serius bagi warga negara Indonesia untuk bisa berhabitat dengan cuaca Timur Tengah.  

Seperti yang disampaikan oleh Rasulullah saw, Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah Azza wa Jalla daripada mukmin yang lemah, dan pada keduanya ada kebaikan (HR Ahmad, Ibnu Majah, dan Nasa'i).  

Dari redaksi di atas memberikan isyarat bahwa muslim yang kuat akan mampu dalam segala hal, termasuk ibadah-ibadah yang wajib seperti, shalat, zakat, puasa dan naik haji. Dengan jasad yang kuat akan lebih memperingan dalam beribadah. Akan tetapi, bukan berarti yang lemah tidak istimewa dalam beribadah, justru, jika ada umat islam yang memiliki fisik yang lemah dan tetap menjalankan beribadah, itu termasuk yang paling mulia.   

Ma’assiral Muslimin Rahimakumullah,

Kedua, mampu dalam ruhaniyah atau iman. Dalam Ibadah haji tidak hanya mampu secara fisik, akan tetapi mampu juga dalam ruhaninya, karena haji membutuhkan iman yang kuat, sehingga akan memiliki tekad yang bulat. Karena banyak umat muslim yang sudah mampu secara fisik dan materi, akan tetapi belum siap untuk menunaikan ibadah haji.   

Baca Juga: Teks Khutbah Jumat Hari Ini, 10 April 2026: Manusia yang Paling Dekat dengan Rasulullah di Hari Kiamat

Selain itu juga jiwa orang yang berhaji harus dibersihkan dari segala kotoran dan penyakit hati, sehingga saat tiba di Tanah Suci kita benar-benar siap seratus persen menghamba kepada Allah. Sehingga di dalam hatinya hanya tersisa sikap ikhlas dalam beribadah, sabar dalam menjalankannya.  

Jamaah Shalat Jumat Hafidzakumullah,

Yang Ketiga, yakni mampu secara maliyah atau harta benda. Mampu dalam harta benda juga menjadi dasar dari berangkatnya umat Muslim di seluruh dunia untuk ibadah haji. Bagaimana pun untuk berangkat haji membutuhkan biaya yang tidak sedikit.   

Banyak dari saudara kita yang berlomba-lomba dengan berbagai cara agar bisa menunaikan ibadah haji, seperti menabung berpuluh-puluh tahun, menjual tanah pekarangan dan hewan ternak agar bisa berangkat haji ke baitullah. Mengeluarkan harta di jalan Allah, jalan kebaikan, merupakan kemuliaan tersendiri, karena mengorbankan harta merupakan simbol dari pembebasan jiwa manusia dari sifat kikir dan serakah serta hawa nafsu yang mementingkan diri sendiri. Allah swt berfirman:  

 لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ  

Artinya: Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya (QS Ali Imran: 92).  

Allah swt juga berfirman:  

لاَ يُكَلِّفُ اللهُ نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا   

Artinya: Allah tidak membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya.  

Jamaah Shalat Jumat Hafidzakumullah,

Demikian, khutbah yang dapat saya sampaikan. Semoga kita termasuk orang-orang yang kelak bisa menunaikan ibadah haji ke tanah suci, sekaligus orang-orang yang mempunyai perhatian yang tinggi atas persoalan orang lain di sekitar kita. Wallâhu a‘lam bish shawâb.  

 جَعَلَنا اللهُ وَإيَّاكم مِنَ الفَائِزِين الآمِنِين، وَأدْخَلَنَا وإِيَّاكم فِي زُمْرَةِ عِبَادِهِ المُؤْمِنِيْنَ : أعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطانِ الرَّجِيمْ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمانِ الرَّحِيمْ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا  باَرَكَ اللهُ لِيْ وَلكمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيّاكُمْ بِالآياتِ وذِكْرِ الحَكِيْمِ. إنّهُ تَعاَلَى جَوّادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ   

Baca Juga: Teks Khutbah Jumat Hari Ini, 6 Maret 2025: Isu Sunni dan Syiah, Menghapus Sekat Sektarian di Tengah Umat

Khutbah II  

 اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.    اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِاللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَر  

*) Yudi Prayoga, Wakil Katib MWCNU Kedaton Bandar Lampung

Editor : Almasrifah
#teks khutbah jumat #Khutbah Jumat hari ini #khutbah Jumat terbaru #khutbah Jumat singkat #khutbah jumat