KALTIMPOST.ID, Bulan Muharram merupakan bulan pertama dalam penanggalan Hijriah yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam.
Tidak hanya jadi momen penting bagi umat muslim untuk melakukan refleksi diri dan memperbaiki kualitas ibadah, tapi juga jadi kesempatan untuk mengevaluasi perjalanan hidup selama setahun terakhir serta menyusun niat yang lebih baik untuk masa yang akan datang.
Untuk itu, banyak umat Islam memanfaatkan momen ini untuk memperbanyak amalan yang dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Walaupun tidak ada ibadah khusus yang diwajibkan pada Tahun Baru Islam, ada berbagai amalan yang dianjurkan untuk mengisi bulan Muharram.
Apa saja, yuk simak berbagai amalan berikut:
1. Perbanyak Istighfar
Istighfar jadi amalan yang sangat penting saat menyambut Tahun Baru Islam. Istighfar merupakan bentuk pengakuan atas kelemahan diri sekaligus permohonan ampun kepada Allah SWT atas dosa dan kesalahan yang telah dilakukan.
Allah SWT berfirman dalam QS. Nuh ayat 10-12 bahwa istighfar dapat mendatangkan ampunan, hujan, harta, dan keturunan.
Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa memperbanyak istighfar, niscaya Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap kesempitan, kebahagiaan dari setiap kesedihan, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”
2. Perbanyak Zikir
Selain istighfar, zikir jadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan sepanjang waktu.
Dengan berzikir, seorang muslim senantiasa mengingat Allah SWT dalam berbagai keadaan, sehingga hatinya menjadi lebih tenang dan tenteram. Zikir juga menjadi sarana untuk memperkuat keimanan serta menjaga diri dari kelalaian.
Zikir yang dapat diamalkan yakni membaca tasbih, tahmid, tahlil, takbir, dan berbagai dzikir harian lainnya.
Amalan sederhana ini dapat dilakukan kapan saja, baik setelah shalat, saat bekerja, maupun ketika sedang beristirahat.
3. Baca Al-Qur’an
Membaca Al-Qur’an merupakan ibadah yang sangat dianjurkan di bulan Muharram. Berbagai sumber menyebutkan bahwa umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak membaca Al-Qur'an di bulan Muharram sebagai bagian dari peningkatan kualitas ibadah.
4. Melaksanakan Salat Sunnah
Perbanyak salat sunnah jadi amalan yang dianjurkan pada bulan Muharram. Salat sunnah berfungsi untuk menyempurnakan kekurangan dalam ibadah wajib sekaligus menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Pada malam pergantian tahun Hijriah, sebagian umat Islam mengisi waktunya dengan shalat sunnah dan doa sebagai bentuk rasa syukur.
Selain salat sunnah mutlak, umat Islam juga dapat memperbanyak salat rawatib, tahajud, duha, juga witir.
Kebiasaan menjaga shalat sunnah akan membantu meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat kedisiplinan spiritual sepanjang tahun.
5. Puasa
Rasulullah SAW menyebut bahwa melaksanakan puasa Muharram jadi yang paling utama setelah Ramadan.
Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak puasa selama bulan ini sesuai kemampuan masing-masing.
Puasa yang paling dianjurkan adalah Puasa Tasu'a pada 9 Muharram dan Puasa Asyura pada 10 Muharram.
Selain itu, sebagian ulama juga menganjurkan puasa pada 11 Muharram sebagai penyempurna. Puasa Senin-Kamis, Ayyamul Bidh, maupun puasa sunnah lainnya juga dapat menjadi pilihan untuk mengisi bulan Muharram dengan ibadah yang bernilai pahala besar.
6. Bersedekah
Sedekah merupakan amalan yang sangat dianjurkan di bulan Muharram. Sedekah di bulan Muharram mendapatkan pahala yang berlipat ganda, karena berada di waktu yang dimuliakan.
Bahkan sedekah tidak harus selalu dalam bentuk uang; Senyuman tulus, memberikan ilmu bermanfaat, atau menolong orang yang kesulitan juga termasuk sedekah.
Rasulullah SAW bersabda: "Sedekah dapat memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api." (HR. At-Tirmidzi).
7. Santuni Anak Yatim
Sedekah memiliki banyak keutamaan dan dapat dilakukan kapan saja, termasuk saat memasuki Tahun Baru Islam.
Lewat sedekah, seseorang tidak hanya membantu orang lain yang membutuhkan, tetapi juga melatih rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT.
Tidak selalu berupa uang, sedekah bisa dilakukan dengan memberikan makanan, membantu pekerjaan orang lain, menyumbangkan pakaian layak pakai, atau berbagi ilmu yang bermanfaat juga termasuk sedekah.
Editor : Hernawati