KALTIMPOST.ID - Pemilik kendaraan disarankan memastikan kondisi oli mesin tetap dalam keadaan baik selama musim kemarau, terutama ketika cuaca panas disertai kepadatan lalu lintas. Kondisi tersebut membuat mesin bekerja lebih berat sehingga membutuhkan pelumasan yang optimal untuk menjaga suhu mesin tetap stabil dan mengurangi risiko overheat.
Cuaca panas yang berlangsung dalam waktu lama, ditambah kendaraan sering stop and go akibat kemacetan, dapat meningkatkan beban kerja mesin. Dalam situasi seperti ini, oli mesin tidak hanya berfungsi sebagai pelumas, tetapi juga membantu melepas panas agar temperatur mesin tetap berada pada kondisi yang ideal.
Meski oli mesin modern telah dirancang mampu bekerja pada suhu tinggi, penggunaan secara terus-menerus dalam kondisi ekstrem dapat mempercepat penurunan kualitasnya. Selain itu, sebagian kandungan oli juga berpotensi menguap akibat suhu kerja yang tinggi sehingga volume oli dapat berkurang seiring waktu.
Ketika kualitas maupun volume oli menurun, kemampuan oli dalam melumasi komponen mesin, membantu pendinginan, membersihkan kotoran, serta melindungi bagian-bagian mesin juga ikut berkurang. Akibatnya, gesekan antarkomponen meningkat dan berpotensi mempercepat keausan hingga menyebabkan kerusakan mesin yang membutuhkan biaya perbaikan lebih besar.
Karena itu, pemilik kendaraan dianjurkan menggunakan oli mesin yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan dan melakukan penggantian secara berkala. Berdasarkan keterangan Auto2000, oli mesin sebaiknya diganti setiap 10.000 kilometer atau enam bulan sekali, tergantung mana yang lebih dahulu tercapai. Penggantian rutin membantu menjaga performa mesin tetap optimal sekaligus meminimalkan risiko kerusakan akibat suhu kerja yang tinggi.
Jadwal Penggantian Oli Mesin yang Disarankan
· Setiap 10.000 kilometer, atau
· Setiap 6 bulan, mana yang lebih dahulu tercapai.***
Editor : Dwi Puspitarini