KALTIMPOST.ID, Saat menjalani diet, seringkali dimulai dengan semangat tinggi. Namun, tidak sedikit wanita yang justru menerapkan pola diet keliru, sehingga hasilnya tidak bertahan lama.
Diet yang keliru justru tidak akan membawa hasil dan manfaat. Malah sebaliknya, Anda bisa terkena bahaya yang mungkin tidak disangka-sangka.
Untuk itu, perlunya mengetahui beberapa kesalahan diet yang harus dihindari guna mendapatkan hasil yang optimal.
Berbagai Kesalahan Diet pada Wanita
1. Makan terlalu sedikit demi hasil yang cepat
Banyak perempuan memangkas asupan kalori secara berlebihan dengan harapan berat badan turun dalam waktu singkat. Padahal, cara ini justru dapat memperlambat metabolisme sehingga tubuh membakar energi lebih sedikit.
Penurunan berat badan yang sehat bukan berarti membuat tubuh kelaparan, melainkan memenuhi kebutuhan nutrisi secara seimbang agar metabolisme tetap bekerja optimal.
2. Melewatkan sarapan
Melewatkan waktu sarapan bukanlah cara diet yang dianjurkan. Pasalnya, ini justru bisa membuat Anda makan lebih banyak dengan porsi yang besar pada siang harinya.
Melewatkan sarapan juga dapat menurunkan mood dan meningkatkan risiko obesitas. Keseimbangan gula dan insulin dalam tubuh juga akan terganggu sehingga tubuh selalu merasa lapar.
3. Kurang mengonsumsi protein
Ketika menjalani diet, sebagian orang hanya fokus mengurangi karbohidrat atau lemak tanpa memperhatikan kecukupan protein.
Padahal, protein memiliki peran penting dalam menjaga massa otot selama berat badan turun.
Asupan protein juga membantu memberikan rasa kenyang lebih lama, menjaga kadar gula darah tetap stabil, serta mendukung fungsi hormon dan metabolisme.
Disarankan setiap waktu makan mengandung sumber protein seperti telur, tahu, tempe, ikan, ayam, yogurt, kacang-kacangan, atau susu rendah lemak.
4. Terlalu sering memilih makanan berlabel sehat
Label seperti "diet", "rendah lemak", atau "healthy" belum tentu menunjukkan bahwa suatu produk benar-benar baik untuk program penurunan berat badan.
Banyak makanan kemasan masih mengandung gula tambahan, garam berlebih, pemanis buatan, maupun bahan aditif yang dapat meningkatkan asupan kalori tanpa disadari.
Karena itu, wanita disarankan lebih sering memilih makanan utuh (whole foods) seperti sayur, buah, biji-bijian, dan protein segar dibanding makanan olahan.
5. Minum obat pelangsing tanpa pengawasan dokter
Banyak orang menggunakan berbagai cara untuk menurunkan berat badan; termasuk mengonsumsi obat pelangsing tanpa pengawasan atau resep dari dokter.
Kebiasaan ini sangat membahayakan karena kandungan di dalam obat yang belum pasti aman justru dapat merusak organ tubuh hingga menimbulkan kematian.
6. Kurang makan lemak
Lemak kerap menjadi makanan yang dihindari. Padahal, beberapa jenis lemak bisa membantu proses penurunan berat badan. Salah satu contoh dari sumber lemak yang sehat adalah alpukat.
Dikutip dari laman Eating Well, kekurangan asupan lemak bisa membuat tubuh selalu merasa lapar.
Sebab, salah satu manfaat lemak adalah mengenyangkan. Menurut ahli diet Ashley Reaver, RD, tubuh membakar karbohidrat dan protein dengan sangat cepat. Di sisi lain lemak sangat memperlambat pencernaan makanan dan menyediakan kalori yang substansial.
Selain alpukat, lemak tak jenuh tinggal juga bisa ditemukan dari minyak zaitun, almond, dan selai kacang.
1. Tidak berolahraga sama sekali atau olahraga berlebihan
Bila diet tidak dibarengi dengan olahraga, kamu mungkin akan mengalami penurunan sistem metabolisme tubuh dan kehilangan lebih banyak massa otot.
Sebaliknya, olahraga saat diet akan membawa banyak manfaat, seperti menghilangkan lemak lebih banyak, mencegah penurunan fungsi metabolisme, meminimalisir jumlah Lean Body Mass (LBM) yang hilang.
Namun, olahraga berlebihan justru tidak efektif dan tidak sehat untuk tubuh, bahkan berpotensi mengakibatkan stres parah. Jadi, olahraga sesuai porsinya saja, ya.
Editor : Hernawati