Abu Vulkanik Menempel di Mobil, Hati-hati Efeknya Bisa Sampai ke Mesin

Dwi Puspitarini • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 12:51 WIB
Ilustrasi. Mobil terkena abu vulkanik akibat erupsi gunung. Abu yang masuk ke bagian kendaraan dapat mengganggu filter udara hingga mesin mobil. (ANTARA)
Ilustrasi. Mobil terkena abu vulkanik akibat erupsi gunung. Abu yang masuk ke bagian kendaraan dapat mengganggu filter udara hingga mesin mobil. (ANTARA)

KALTIMPOST.ID - Abu vulkanik akibat erupsi gunung ternyata bukan sekadar membuat mobil kotor. Partikel yang sangat halus tersebut dapat masuk ke berbagai bagian kendaraan, termasuk sistem udara dan mesin mobil.

Karena itu, pemilik mobil yang kendaraannya terkena abu vulkanik perlu berhati-hati saat membersihkannya. Cara yang keliru justru dapat membuat partikel abu semakin masuk ke celah kendaraan.

Abu vulkanik memiliki karakter berbeda dari debu biasa. Partikelnya sangat halus dan memiliki sifat keras sehingga dapat menggores permukaan kendaraan. Kandungan silika di dalamnya juga dapat memicu korosi pada sejumlah bagian mobil.

Baca Juga: Buku Islam ala Prabowo, Apa Saja Sih Isinya?

Jangan Langsung Gunakan Wiper

Salah satu bagian yang paling mudah terdampak abu vulkanik adalah kaca mobil. Partikel abu yang berada di antara kaca dan wiper dapat membuat permukaan kaca tergores ketika wiper digunakan.

Kondisi serupa juga dapat terjadi pada kaca jendela. Abu yang menempel dapat ikut masuk ke celah ketika kaca dinaikkan atau diturunkan.

Karena itu, hindari langsung mengaktifkan wiper ketika kaca masih dipenuhi abu. Membersihkan kendaraan dengan air menjadi salah satu cara yang lebih aman untuk menghilangkan abu dari permukaan.

Abu Vulkanik Bisa Masuk ke Mesin Mobil

Masalah yang lebih serius dapat terjadi ketika abu vulkanik masuk ke bagian dalam kendaraan. Berdasarkan informasi Badan Geologi Amerika Serikat (USGS), abu dapat menyusup ke berbagai celah dan bagian kendaraan.

Partikel tersebut juga dapat mengganggu sistem penyaringan udara. Jika filter udara tersumbat, aliran udara menuju mesin mobil dapat terganggu sehingga berpotensi menyebabkan mesin mengalami panas berlebih dan kerusakan.

Dalam jumlah kecil sekalipun, partikel abu yang masuk ke dalam mesin dapat mempercepat keausan. Bagian transmisi juga dapat mengalami keausan jika terkontaminasi abu yang sangat halus.

Baca Juga: Melesat di Sepang! Astra Honda Kantongi Podium dan Poin Penting Jelang Final ARRC 2026

Bagian Mobil yang Perlu Diperhatikan

Setelah erupsi gunung dan kendaraan terkena abu, beberapa bagian berikut perlu mendapat perhatian:

·         Kaca mobil: Abu dapat menggores kaca jika dibersihkan menggunakan wiper dalam kondisi kering.

·         Filter udara: Partikel abu dapat menyumbat penyaring udara dan mengganggu aliran udara menuju mesin.

·         Mesin mobil: Abu yang masuk dapat menyebabkan keausan berlebih dan meningkatkan risiko mesin panas.

·         Transmisi: Kontaminasi partikel abu dapat mempercepat keausan komponen.

·         Rem: Abu yang menempel perlu dibersihkan agar tidak mengganggu komponen kendaraan.

Cara Membersihkan Mobil yang Terkena Abu

Pemilik kendaraan tidak perlu panik ketika mobil tertutup abu vulkanik. Namun, proses pembersihan sebaiknya dilakukan dengan hati-hati.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

1.      Bersihkan mobil menggunakan air untuk membantu menghilangkan abu dari permukaan kendaraan.

2.      Periksa filter udara dan bersihkan atau ganti jika sudah banyak terkontaminasi.

3.      Perhatikan kondisi oli dan lakukan penggantian secara berkala.

4.      Bersihkan bagian mesin yang terpapar abu dengan alat yang sesuai.

5.      Bersihkan komponen rem agar abu yang menempel tidak terus berada di bagian tersebut.

Abu vulkanik memang terlihat seperti debu biasa. Namun, setelah erupsi gunung, partikel tersebut dapat menjadi masalah bagi mobil jika dibiarkan masuk ke bagian-bagian penting.

Karena itu, jangan hanya fokus membersihkan bodi. Kondisi mesin mobil, filter udara, rem, kaca, hingga transmisi juga perlu diperiksa agar dampak abu tidak berkembang menjadi kerusakan yang lebih serius.***

Editor : Dwi Puspitarini
Sumber : detikoto
abu vulkanik mesin mobil erupsi gunung kendaraan mobil