Ini 13 Barang Wajib di Tas Siaga Bencana yang Sering Terlupa, Baju dan Makanan Saja Tidak Cukup!

Dwi Puspitarini • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 13:50 WIB
Ilustrasi. Menyiapkan perlengkapan darurat di dalam tas siaga bencana sebagai langkah antisipasi menghadapi ancaman dari bencana. (OpenAI)
Ilustrasi. Menyiapkan perlengkapan darurat di dalam tas siaga bencana sebagai langkah antisipasi menghadapi ancaman dari bencana. (OpenAI)

KALTIMPOST.ID - Aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berada di Level III atau Siaga membuat kewaspadaan warga harus terus ditingkatkan. Meskipun fase erupsi menerus telah mereda, potensi hujan abu vulkanik tetap ada dan menuntut kesiapan setiap keluarga di rumah.

Menyiapkan langkah mitigasi sejak dini adalah kunci keselamatan. Salah satu langkah paling krusial yang dianjurkan oleh BNPB adalah menyiapkan tas siaga bencana tahan air di tempat yang mudah dijangkau sebelum situasi darurat terjadi.

Banyak orang mengira perlengkapan darurat hanya sebatas baju ganti dan sedikit makanan. Padahal, untuk menghadapi ancaman abu vulkanik dan proses evakuasi mandiri selama tiga hari, ada banyak barang esensial lain yang tidak boleh sampai tertinggal.

Baca Juga: Abu Vulkanik Menempel di Mobil, Hati-hati Efeknya Bisa Sampai ke Mesin

Berikut adalah daftar lengkap 13 barang wajib di dalam tas siaga bencana rekomendasi BNPB:

1. Surat-Surat Penting

Dokumen berharga seperti surat tanah, kendaraan, ijazah, akta kelahiran, dan kartu identitas wajib dibawa. Simpan semua dokumen ini di dalam wadah atau plastik kedap air agar tidak rusak terkena air hujan saat evakuasi.

2. Pakaian untuk 3 Hari

Siapkan pakaian ganti yang cukup untuk tiga hari, meliputi pakaian dalam, celana panjang, jaket, handuk, selimut, dan jas hujan guna menunjang kebutuhan fisik di tempat pengungsian.

3. Makanan Ringan Tahan Lama

Pilih bahan pangan praktis yang tidak mudah basi dan mudah dikonsumsi tanpa alat rumit, seperti mi instan, biskuit, abon, atau cokelat batangan.

4. Air Minum

Kebutuhan cairan tubuh sangat vital saat mengungsi. Sediakan persediaan air minum yang cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh anggota keluarga selama kurang lebih tiga hari.

5. Kotak P3K dan Obat-obatan Pribadi

Sediakan kotak pertolongan pertama pada kecelakaan beserta stok obat-obatan rutin yang biasa dikonsumsi oleh anggota keluarga di rumah.

6. Ponsel, Charger, dan Power Bank

Perangkat komunikasi sangat penting untuk memantau informasi terkini seputar jalur evakuasi dan arahan dari pihak berwenang. Jangan lupa bawa pengisi daya serta power bank.

7. Perlengkapan Mandi

Jaga kebersihan diri di pengungsian dengan membawa perlengkapan dasar seperti sabun mandi, sikat gigi, pasta gigi, sisir, dan cotton bud.

8. Masker Cadangan

Untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, sediakan masker cadangan yang cukup bagi setiap anggota keluarga guna menyaring udara kotor.

9. Peluit

Benda kecil ini sangat berguna sebagai alat bantu untuk memberikan tanda atau meminta pertolongan darurat ketika Anda terjebak dalam situasi sulit.

10. Uang Tunai

Siapkan uang tunai secukupnya untuk kebutuhan tiga hari. Langkah ini penting untuk mengantisipasi lumpuhnya jaringan ATM, internet, atau pembayaran elektronik.

11. Alat Penerangan

Senter atau lampu kepala (headlamp) beserta baterai cadangan sangat diandalkan saat aliran listrik padam mendadak atau ketika proses evakuasi dilakukan pada malam hari.

12. Kacamata Pelindung

Selain masker, organ mata wajib dilindungi dari iritasi akibat jatuhnya debu vulkanik letusan Gunung Anak Krakatau.

13. Pakaian Tertutup dan Pelindung Tubuh

Gunakan baju lengan panjang, celana panjang, dan penutup kepala untuk meminimalisir kontak langsung antara kulit tubuh dan abu vulkanik.

Selain melengkapi isi tas siaga bencana, masyarakat diimbau untuk tidak panik, mengenali jalur evakuasi terdekat, serta selalu memantau informasi resmi yang dirilis oleh BNPB, BMKG, dan Badan Geologi. Pastikan tas ini selalu siap siaga di rumah Anda!***

Editor : Dwi Puspitarini
Sumber : inews
abu vulkanik Gunung Anak Krakatau evakuasi tas siaga bencana bnpb