KALTIMPOST.ID, Teriknya matahari dan musim kemarau dapat menjadi pengingat tentang dahsyatnya panas api neraka.
Naskah khutbah Jumat ini mengajak jemaah merenungi ujian dunia sekaligus memperkuat ketaatan kepada Allah.
Melalui khutbah Jumat ini, pembahasan diarahkan pada pentingnya mengambil hikmah dari panas, bencana, dan perubahan musim sebagai peringatan untuk menjauhi maksiat serta memperbanyak amal yang menjadi pelindung dari siksa neraka.
Bagi jamaah yang ingin mencetak materi Khutbah Jumat ini, berikut kami sertakan link Khutbah Jumat PDF yang dapat diunduh secara gratis: UNDUH MATERI PDF
Khutbah Pertama
إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ
أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه
اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن
فَيَا عِبَادَ الله اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِى بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقوْنَ، فَقَالَ الله تعالى فى كتابه الكريم، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
وَقَالَ النَّبِيُّ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ
أَمَّا بَعْدُ
Jama’ah sidang Shalat Jum’at yang dimuliakan Allah ﷻ.
Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah semata. Atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya hingga detik ini kita masih diberikan kesempatan untuk merasakan berbagai nikmat khususnya kenikmatan dalam melaksanakan salah satu dari kewajiban seorang hamba yaitu melaksanakan shalat Jum’at secara berjamaah.
Semoga dengan hadirnya kita di kesempatan ini, Allah menggugurkan segala kelalaian, kesalahan dan dosa yang telah berlalu sebagaimana disabdakan oleh Nabi Muhammad ﷺ bahwa dari satu shalat ke shalat berikutnya, dari satu Jum’at menuju Jum’at selanjutnya merupakan sarana penghapus dosa bagi para hamba, selama mereka menjauhi dosa besar.
Shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, yang telah mengorbankan jiwa, raga dan nyawanya agar risalah ilahiyah ini tersebar dan terdengar kepada seluruh manusia.
Maka sebagaimana beliau telah mencurahkan segalanya untuk kita hendaknya di hari mulia ini pula marilah memperbanyak mengingat dan bershalawat kepada beliau.
Jama’ah sekalian, marilah senantiasa kita menjaga ketakwaan kepada Allah ﷻ. Sebab sebaik-baik bekal menuju Allah ﷻ adalah ketakwaan kita kepada-Nya.
Ma‘āsyiral muslimīn rahimakumullāh,
Sesungguhnya salah satu nikmat yang Allah janjikan kepada para penduduk surga adalah hidup tenang tanpa bayang-bayang terik sinar matahari yang begitu menyengat, pula dinginnya cuaca yang menggigilkan tubuh.
Allah Ta’ala berfirman
مُّتَّكِـِٔينَ فِيهَا عَلَى ٱلْأَرَآئِكِ ۖ لَا يَرَوْنَ فِيهَا شَمْسًا وَلَا زَمْهَرِيرًا
“Di dalamnya mereka duduk bersandar di atas dipan, di sana mereka tidak melihat (merasakan teriknya) matahari dan tidak pula dingin yang berlebihan.” (QS. Al-Insan: 13)
Hal itu disebabkan karena kedua kondisi tersebut merupakan hal yang menyakitkan bagi keumuman manusia, sebagaimana dikatakan Qotadah dalam menjelaskan ayat tersebut.
Di puncak musim panas tahun 2026 ini, seakan awan-awan langit bersembunyi, cahaya matahari memanas dan hujan tak kunjung datang.
Meski tidak separah pada tahun 2023, namun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah telah mencatat bahwa sepanjang tahun 2026 terdapat kurang lebih 600 kebakaran yang hampir setengahnya adalah kebakaran hutan dan lahan.
Belum lagi kabar duka yang masih terus bertebaran, beberapa pulau Sumatra dan Kalimantan dikejutkan dengan munculnya 7.420 titik api yang berpotensi menyebar dan meluas.
Ma‘āsyiral muslimīn rahimakumullāh,
Fenomena-fenomena yang demikian ini kiranya perlu kita sikapi dengan kacamata hikmah dan ketetapan Allah.
Karena bergulirnya masa dan musim semua itu murni kehendak dan kuasa Allah. Dan bagi orang-orang yang diberi petunjuk ia akan mampu untuk menarik benang merah dari berbagai peristiwa yang terjadi.
Allah berfirman
يُقَلِّبُ اللَّهُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَعِبْرَةً لِأُولِي الْأَبْصَارِ
“Allah-lah yang mempergantikan malam dan siang. Sungguh pada yang demikian itu, pasti terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunya pengelihatan (yang tajam).” (QS. An-Nur: 44)
Sehubungan dengan itu, hendaknya kita perlu kaitkan bahwa panas terik matahari di siang hari ini dengan kondisi-kondisi yang lebih menyakitkan di akhirat kelak.
Inilah salah satu ciri dari orang-orang yang diberikan petunjuk oleh Allah.
Sebagaimana Ibnu Rajab al-Hambali pernah berkata
مَا رَأَى العَارِفُونَ شَيئًا مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا تَذَكَّرُوا بِهِ مَا وَعَدَ اللهُ بِهِ مِنْ جِنْسِهِ فِي الآخِرَةِ
“Tidaklah orang-orang yang mengenal Allah melihat suatu fenomena di dunia ini, melainkan mereka akan mengingat apa yang Allah janjikan berupa sesuatu yang serupa dengannya di akhirat kelak.”
Ma‘āsyiral muslimīn rahimakumullāh,
Maka perlu kita mengingat kembali bahwa panasnya hari ini tidaklah sebanding dengan panas api neraka yang Allah janjikan kepada mereka yang enggan untuk tunduk patuh pada kehendak-Nya.
Bilamana manusia banyak yang menggerutu akan kondisi seperti ini, lantas bagaimana dengan keadaan apabila mereka dimasukkan dalam neraka.
Ketika manusia digiring menuju tempat kembalinya masing-masing.
Para penduduk neraka akan merasakan apa yang lebih pedih dibandingkan yang kita alami hari ini.
Nabi Muhammad ﷺ pernah menggambarkan alangkah dahsyat dan panasnya api neraka dibanding api dunia.
Diriwayatkan oleh Muslim dari sahabat Abu Hurairah bahwa Nabi ﷺ bersabda
نَارُكُمْ هَذِهِ الَّتِي يُوقِدُ ابْنُ آدَمَ جُزْءٌ مِنْ سَبْعِينَ جُزْءًا مِنْ حَرِّ جَهَنَّمَ
“Api kalian ini yang dinyalakan oleh anak cucu Adam adalah satu dari tujuh puluh bagian panasnya neraka jahanam.” (HR. Muslim No. 5077)
Pantas saja suatu Ketika Umar bin al-Khattab pernah pingsan lantaran mendengarkan paparan dahsyatnya api neraka yang disampaikan Ka’ab bin Mati’ al-Ahbar.
Bahwa sekiranya neraka dibukakan sebesar lubang hidung kerbau di belahan bumi timur, niscaya kepada orang-orang di bumi bagian barat akan mendidih meleleh ke tanah karena saking panasnya.
Ma‘āsyiral muslimīn rahimakumullāh,
Setelah melihat betapa menakutkannya api neraka lantas atas dasar apa lagi hati kita tidak tergerak.
Peringatan mana lagi yang perlu didatangkan. Teguran bagaimana lagi yang mampu meruntuhkan tembok kelalaian kita.
Setelah melihat terik panas siang ini dan merenungi banyaknya bencana yang ada, akankah kita tersadarkan atas satu hal.
Bahwa kondisi seperti ini tidaklah seberapa.
Apakah setelah ini kita masih bisa bermalas-malasan untuk bergegas ke masjid karena cuaca panas.
Apakah setelah ini kita masih bisa berlenggang ria melanggar batasan Allah tanpa ada rasa bersalah.
Apakah setelah ini kita masih bisa terlena dengan pernak-pernik dunia yang fana.
Sekira perlu kita ingatkan, sebagaimana Rasulullah memperingatkan orang munafik yang enggan berangkat berperang ke Tabuk
قُلْ نَارُ جَهَنَّمَ أَشَدُّ حَرّا لَّوْ كَانُوا يَفْقَهُونَ
“Katakan (Duhai Muhammad -kepada mereka) Neraka Jahanam itu lebih panas, jika mereka menyadarinya.” (At-Taubah : 81)
Maka kita sampaikan kepada orang-orang yang masih memelihara kemaksiatan, neraka jahanam lebih panas dibanding nikmat maksiat yang sementara.
Api neraka lebih mengerikan dibandingkan enggannya kita untuk melaksanakan ketaatan.
Dan api neraka pula lebih dahsyat dibandingkan ketergesa-gesaan kita memilih mencicipi manisnya dunia yang mudah sirna ini.
Jama’ah shalat jum’at yang dirahmati Allah.
Oleh karenanya, mari kita Kembali menempuh jalan ketaatan kepada Allah. Menjaga jiwa untuk tetap berada di Batasan-batasan-Nya.
Serta bersemangat dalam segala bentuk perintah-Nya.
Terkhusus dalam amalan-amalan yang secara tegas memberikan kepada pemiliknya perlindungan dari panasnya api neraka.
Terutama ibadah shalat yang disabdakan sebagai amalan yang mampu mendinginkan kondisi yang memanas.
Pula sedekah yang disebutkan sebagai sarana pemadam api siksa kubur.
Serta puasa di hari yang terik sebagai perantara pelindung seorang hamba dari membaranya kondisi di padang mahsyar.
Selain itu jama’ah sekalian, kiranya kita juga berusaha menjauhi segala yang Allah larang karena termasuk ibadah yang paling mulia manakala seorang hamba menyadarinya.
Dengannya ia akan dijauhkan dari api neraka secara langsung lantaran neraka hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang melanggar larangannya.
Oleh sebab itu sebagian salaf pernah berkata
عَجَبَاً لِمَنِ اِتْقَى حَرَّ الصَّيْفِ فِي الدُّنْيَا، كَيْفَ لَا يَتَّقِي بِاِجْتِنَابِ الذُّنُوبِ حَرَّ جَهَنَّمَ يَوْمَ القَيَامَةِ
“Sungguh mengherankan siapa saja yang berlindung dari teriknya musim panas di dunia, namun dia tidak berusaha berlindung dari neraka jahanam pada hari kiamat dengan menjauhi dosa.”
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ بِتِلاَوَتِهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمِ
Khutbah Kedua
الحَمْدُ للهِ وَكَفَى وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا
أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن
فَيَا عِبَادَ الله اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِى بِتَقْوَاللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقٌوْنَ أَمَّا بَعْدُ
Di khutbah yang kedua ini, bersama mari kita berdoa kepada Allah ﷻ, memohon ketetapan iman, meminta penjagaan dari segala keburukan.
إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعْوَاتِ
اللَّهُمَّ لَا تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلَا دَيْنًا إِلَّا قَضَيْتَهُ، وَلَا حَاجَةً مِنْ حَوَائِجِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ إِلَّا قَضَيْتَهَا بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِينَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِي فِيهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِي فِيهَا مَعَادُنَا، وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِي كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ اْلعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى اْلمُرْسَلِيْنَ وَاْلحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
*) Oleh: Izzuddin Hadidullah (Staf Pengajar Ma’had Aly An-Nuur)
*) Khutbah Jumat ini sebelumnya telah terbit di laman mahadannur.id dengan judul: Khutbah Jum’at: Panas Dunia Tak Sebanding Dengan Siksa Akhirat.
Editor : AlmasrifahSumber : mahadannur.id