Bukan Sekadar Mengejar Skor, Rembulan Community Rawat Persaudaraan Lewat Tenis

Dwi Restu A • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 07:30 WIB
KERINGAT BERSAMA: Rembulan Community yang belum lama hadir di Samarinda menjadi wadah bagi komunitas-komunitas tenis lain untuk bisa menambah rekan bermain sekaligus menambah relasi dan pertemanan.
KERINGAT BERSAMA: Rembulan Community yang belum lama hadir di Samarinda menjadi wadah bagi komunitas-komunitas tenis lain untuk bisa menambah rekan bermain sekaligus menambah relasi dan pertemanan.

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Bola tenis terus bergerak dari satu sisi lapangan ke sisi lainnya. Raket diayunkan, kaki bergerak mengejar bola, dan skor perlahan berubah di papan pertandingan.

Namun, bagi Rembulan Community, tenis bukan semata-mata tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah.

Ada pertemanan yang tumbuh setelah pertandingan. Ada pengalaman yang dibagikan. Ada pula kebiasaan hidup aktif yang dibangun dari pertemuan rutin di lapangan.

Baca Juga: Mengeluh Berlebihan Intai Kesehatan, Lonjakan Kortisol hingga Risiko Otak Menyusut

Rembulan Community hadir membawa semangat tersebut. Komunitas ini menjadi ruang bagi pencinta tenis di Samarinda untuk berolahraga sekaligus memperluas hubungan sosial.

Ketua Rembulan Community Johantan Alfando W.S. mengatakan, komunitas tersebut ingin menciptakan suasana bermain yang tidak membedakan pemain berdasarkan tingkat kemampuan.

Para pemain diharapkan dapat berinteraksi, bertanding, dan bermain bersama dalam suasana yang sehat serta kekeluargaan.

Baca Juga: Reforma Agraria, Jangan Sekadar Bagi-Bagi Tanah

"Semangat keterbukaan menjadi bagian penting dalam aktivitas komunitas. Pemain yang baru belajar tenis memiliki kesempatan untuk beradaptasi dan menambah pengalaman. Sementara pemain yang lebih berpengalaman dapat berbagi pengetahuan sekaligus mendapatkan tantangan dari lawan-lawan baru," ungkapnya.

Karena itu, Rembulan Community tidak hanya mengandalkan pertandingan kompetitif. Kegiatan bermain bersama atau playdate juga menjadi bagian dari agenda komunitas.

Baca Juga: Ekspansi Pusat Data AI Berpotensi Perparah Krisis Air Bersih di Indonesia

Pertandingan persahabatan (sparring) dan turnamen internal turut disiapkan untuk memberikan variasi kegiatan bagi para anggota.

Di tengah aktivitas tersebut, sportivitas tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Pemain dapat belajar menerima kemenangan maupun kekalahan, sekaligus menghargai lawan yang berada di seberang net.

Di luar pertandingan, komunitas juga merencanakan social gathering. Agenda ini menjadi ruang bagi anggota untuk berbincang dan saling mengenal lebih dekat tanpa suasana kompetisi.

Bagi komunitas, interaksi semacam itu penting untuk menjaga hubungan antarpemain. Sebab, kedekatan tidak selalu lahir dari pertandingan, tetapi juga dari percakapan dan kebersamaan setelahnya.

Baca Juga: Apa Jadinya Jika MK Putuskan Diskualifikasi Gibran? Ini Kata Pakar!

Lebih jauh, aktivitas tenis juga menjadi salah satu cara menjaga tubuh tetap aktif. Di tengah rutinitas pekerjaan dan aktivitas sehari-hari, lapangan dapat menjadi tempat berolahraga sekaligus melepas penat.

Rembulan Community pun membuka ruang bagi klub-klub tenis lain di Samarinda yang ingin berkolaborasi dan berkembang bersama. "Semangat yang dibangun sederhana. Datang membawa raket, bermain bersama, lalu pulang membawa pengalaman dan kawan baru," tegasnya.

Sebab, ketika pertandingan berakhir dan bola berhenti memantul, yang tersisa bukan hanya angka di papan skor. Ada hubungan antarmanusia yang terus dapat dirawat melalui olahraga.

Editor : Dwi Restu A
Rembulan Community persaudaraan samarinda tenis