KALTIMPOST.ID, UJOH BILANG–Rencana pembangunan gudang pangan di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) akhirnya mendapat "lampu hijau" dari Bulog pusat. Kepastian itu disampaikan setelah audiensi yang dilakukan DPRD Mahulu bersama jajaran Bulog di Jakarta, 6 November lalu.
Ketua DPRD Mahulu Devung Paran mengatakan, audiensi tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya antara Pemerintah Kabupaten Mahulu, Komisi II DPRD Kalimantan Timur, dan wakil gubernur Kaltim.
“Tujuan kami audiensi dengan Bulog pusat karena sebelumnya sudah ada pembahasan di tingkat daerah dan provinsi. Itu bagian dari upaya menyukseskan program Pak Prabowo yang sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat Mahulu,” ujar Devung kepada media ini saat dihubungi, Minggu (9/11).
Menurutnya, pemerintah kabupaten sempat menyatakan siap membangun gudang tersebut secara mandiri. Namun, efisiensi anggaran besar-besaran dan turunnya Transfer Ke Daerah (TKD) membuat rencana itu sulit direalisasikan.
“Akhirnya kami meminta kepada Bulog pusat agar bisa membangun langsung gudangnya di Mahulu. Puji Tuhan, Bulog bersedia,” jelasnya.
Namun, Pemkab Mahulu tetap diminta menyiapkan sejumlah kebutuhan dasar agar proyek tersebut berjalan lancar. Termasuk penyediaan lahan dan akses jalan menuju lokasi gudang.
Devung mengungkapkan, pemerintah daerah telah menyiapkan tiga titik lokasi calon pembangunan gudang yang semuanya berada di sekitar kawasan perkantoran Pemkab Mahulu.
“Bulog pusat sudah menyatakan kesediaannya. Sekarang tinggal kesiapan daerah. Komisi II DPRD akan berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan serta unsur pimpinan daerah, mulai bupati, wakil bupati, dan sekda, untuk menindaklanjuti langkah administrasi agar prosesnya tidak tersendat,” tegasnya.
Keberadaan gudang pangan Bulog di Mahulu sangat mendesak. Selama ini distribusi bahan pokok ke wilayah perbatasan itu kerap terhambat cuaca dan akses transportasi. “Kami ingin masyarakat Mahulu tak lagi kesulitan mendapatkan pasokan pangan. Dengan gudang Bulog di daerah sendiri, distribusi akan lebih cepat dan stabil,” pungkas Devung. (*)
Editor : Dwi Restu A