KALTIMPOST.ID, UJOH BILANG – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kecamatan Long Pahangai, Sabtu (7/3).
Kegiatan ini menyasar masyarakat di sekitar ibu kota kecamatan sebagai upaya membantu warga memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau.
Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Mahakam Ulu, Bahalan, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian upaya pemerintah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di wilayah perbatasan.
“Gerakan pangan murah ini menyasar masyarakat sekitar ibu kota Kecamatan Long Pahangai. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan karena masyarakat di wilayah perbatasan masih sangat kesulitan mendapatkan bahan pangan dengan harga murah,” ujar Bahalan.
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menyediakan sejumlah komoditas pangan dengan harga di bawah pasaran. Di antaranya beras premium sebanyak 1.500 kilogram, beras medium program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 500 kilogram, serta minyak goreng Kita premium sebanyak 500 liter.
Selain itu, juga tersedia bawang merah sebanyak 44 kilogram dan bawang putih sebanyak 44 kilogram.
Harga yang ditawarkan kepada masyarakat dalam kegiatan ini yakni beras premium Rp 67.000 per sak ukuran 5 kilogram, beras medium Rp 57.000 per sak ukuran 5 kilogram, bawang merah dan bawang putih Rp 60.000 per kilogram, serta minyak goreng Rp 20.000 per liter.
Bahalan menambahkan, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah tersebut mendapat dukungan dari Bulog Kantor Cabang Samarinda, Badan Pangan Nasional, serta Satgas Pangan Polda Kaltim.
Sementara itu, Sekretaris Camat Long Pahangai Rosalina Tuko Hurang menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, gerakan pangan murah sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok.
“Ini sangat bagus karena memberikan kontribusi terhadap pemenuhan pangan masyarakat. Sembako ini memang tidak bisa dimungkiri sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, antusiasme masyarakat terlihat dari sejumlah komoditas yang langsung habis terjual selama kegiatan berlangsung.
“Sudah terlihat bahwa beberapa item bahan pokok yang dibawa habis. Ini menunjukkan bahwa masyarakat memang sangat memerlukan,” kata Rosalina.
Rosalina juga menyebutkan, program ini sangat membantu karena harga sejumlah kebutuhan pokok di wilayah tersebut relatif tinggi. Salah satunya minyak goreng yang di toko-toko setempat saat ini dijual sekitar Rp 30.000 per liter, sehingga harga Rp 20.000 per liter dalam gerakan pangan murah sangat meringankan masyarakat.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. (*)
Editor : Duito Susanto