UJOH BILANG – Kapolres Mahakam Ulu AKBP Eko Alamsyah menggelar buka puasa bersama (bukber) dengan seluruh anggota di Markas Komando (Mako) Polres Mahulu, Jumat (13/3). Dalam kesempatan tersebut, ia juga membagikan tunjangan hari raya (THR) kepada ratusan personel sebagai bentuk berbagi berkah di bulan Ramadan.
AKBP Eko Alamsyah mengatakan kegiatan itu sengaja digelar untuk mempererat kebersamaan antaranggota, tanpa membedakan agama.
“Pada hari ini saya sengaja mengumpulkan seluruh anggota, baik yang muslim maupun non-muslim. Yang pertama kita ingin mempererat kebersamaan, yang kedua kita melaksanakan buka puasa bersama,” ujarnya usai kegiatan.
Menurutnya, momen kebersamaan tersebut dipilih karena waktu menjelang libur cukup terbatas. Ia menyebut Selasa mendatang menjadi hari terakhir aktivitas perkantoran sebelum memasuki rangkaian hari libur.
“Waktunya tinggal sebentar lagi. Selasa itu hari terakhir orang bekerja di kantor, setelah itu langsung tanggal merah. Saya pikir kalau tidak sekarang, nanti tidak ada waktu lagi untuk berkumpul bersama anggota,” katanya.
Dalam kegiatan itu, Kapolres juga membagikan THR secara pribadi kepada anggota. Ia menyebut sekitar 250 personel menerima bantuan tersebut tanpa membedakan latar belakang agama.
“Alhamdulillah hari ini saya distribusikan THR dengan kemampuan saya. Ada sekitar 250 orang yang kita bagikan. Saya tidak memandang dia muslim atau non-muslim, semuanya kita bagikan,” jelasnya.
Selain berbagi berkah Ramadan, Kapolres juga menyampaikan pesan tegas terkait kedisiplinan personel. Ia menyoroti masih adanya anggota yang menunjukkan sikap kurang disiplin, terutama di kalangan personel baru yang seharusnya mendapat contoh baik dari senior.
“Saya lihat ada anggota yang baru. Mental mereka harus kita semangati. Tapi sayangnya ketika mereka baru datang justru ditunjukkan hal-hal yang kurang bagus oleh seniornya, seperti karakter malas,” tegasnya.
Ia mencontohkan masih ada anggota yang tidak responsif saat dibutuhkan, bahkan ada yang sulit ditemukan ketika dipanggil.
AKBP Eko menegaskan setiap pelanggaran akan ditindak sesuai aturan yang berlaku, baik melalui sanksi disiplin maupun proses kode etik kepolisian.
“Kalau pelanggaran disiplin tentu ada sanksinya. Tapi kalau sudah masuk pelanggaran yang tidak bisa ditoleransi lagi, tentu ada proses lebih lanjut,” ujarnya.
Menurutnya, penegakan disiplin menjadi perhatian serius dalam kepemimpinannya di Polres Mahulu. Ia bahkan berupaya memimpin langsung apel setiap Senin untuk terus mengingatkan anggota.
“Kalau tidak hujan saya selalu ambil apel setiap hari Senin. Saya terus mengingatkan hal yang sama karena indikasi pelanggaran itu masih ada. Tujuannya supaya yang sudah baik tidak ikut terjerumus,” katanya.
Ia menegaskan tidak akan ragu memberikan tindakan tegas kepada anggota yang melanggar aturan, mulai dari hukuman pembinaan hingga proses hukum jika diperlukan.
“Kalau memang harus dipidanakan, ya dipidanakan. Setelah selesai bisa saja dipecat. Tapi kalau pelanggaran disiplin seperti malas atau tidak hadir, biasanya kita berikan hukuman pembinaan,” pungkasnya.
Editor : Muhammad Ridhuan