Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Swadaya Jamaah dan Toleransi Jadi Kekuatan: Masjid Al-Muhajirin Sembelih 4 Sapi dan 2 Kambing

Jody Kristianto • Rabu, 27 Mei 2026 | 14:38 WIB
Pemotongan dan pembagian daging kurban dilakukan dengan antusias oleh jemaah Masjid Al-Muhajirin, Rabu (27/5). (JODY KRISTIANTO/KP)
Pemotongan dan pembagian daging kurban dilakukan dengan antusias oleh jemaah Masjid Al-Muhajirin, Rabu (27/5). (JODY KRISTIANTO/KP)

 

UJOH BILANG – Semangat gotong royong dan kebersamaan jamaah terlihat dalam pelaksanaan ibadah kurban di Masjid Al-Muhajirin yang kecil, di wilayah Sebenaq, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu). Pada gelaran pemotongan hewan kurban yang berlangsung pada Rabu (27/5), panitia berhasil menyembelih empat ekor sapi dan dua ekor kambing untuk dibagikan kepada masyarakat.

Pengurus Masjid Al-Muhajirin sekaligus Ketua Panitia Kurban, Sulis Wiyanto, mengatakan jumlah hewan kurban tahun ini meningkat dibanding pelaksanaan sebelumnya. Ia menyebut, masjid yang kini berusia sekitar tiga tahun itu baru dua kali menggelar pemotongan hewan kurban.

“Alhamdulillah tahun ini ada empat ekor sapi dan dua ekor kambing. Dua sapi dari kelompok iuran tujuh orang, dua sapi lagi kurban pribadi. Satu kambing untuk kurban pribadi dan satu kambing lagi dari sedekah jamaah untuk konsumsi gotong royong sebelum hari pelaksanaan,” ujarnya.

Baca Juga:   Perumda Tirta Kencana Jaga Layanan Air Bersih saat Iduladha, Ingatkan Warga Tak Buang Sampah Kurban ke Sungai

Ia menjelaskan, dana sedekah konsumsi dikumpulkan secara sukarela dari jamaah sesuai kemampuan masing-masing dan digunakan untuk kebutuhan konsumsi saat persiapan kurban.

Menurut Sulis, kekompakan jamaah menjadi kekuatan utama dalam setiap kegiatan masjid. Para bapak terlibat dalam proses penyembelihan, sementara kaum ibu membantu menyiapkan konsumsi dan kebutuhan lainnya.

Untuk pembagian daging kurban, panitia telah menyiapkan sekitar 260 kupon agar distribusi merata, termasuk bagi warga kurang mampu maupun pekerja muslim pendatang yang berada di wilayah tersebut.

“Yang menerima bukan hanya jamaah yang berdomisili di sini, tapi pekerja muslim dari luar daerah juga tetap kami bagi kupon,” jelasnya.

Baca Juga: Dijanjikan Rp 15 Juta, Dua Pelajar SMK di Bontang Diduga Nekat Jadi Kurir Sabu Hampir 1 Kilogram  

Sulis juga menyampaikan apresiasi kepada tokoh nonmuslim, Petrus Jumriq, yang turut berpartisipasi memberikan bantuan hewan kurban untuk umat muslim sebagai bentuk toleransi antarumat beragama.

“Walaupun nonmuslim, beliau tetap berpartisipasi memberikan satu sapi untuk umat muslim. Kami sangat menghargai toleransi seperti ini,” katanya.

Di sisi lain, Sulis mengakui fasilitas masjid masih sangat terbatas. Seluruh pembangunan Masjid Al-Muhajirin hingga kini murni berasal dari swadaya jamaah tanpa bantuan pemerintah.

“Bangunan ini semua swadaya jamaah. Mulai dari keramik sampai pembangunan lainnya semua hasil gotong royong,” tuturnya.

Ia berharap ke depan ada perhatian terhadap fasilitas pendukung masjid, termasuk tempat wudu, kamar mandi, perlengkapan kerja, hingga akses jalan menuju masjid yang masih memerlukan perbaikan. (*)

Editor : Sukri Sikki
#kurban #iduladha #Mahakam Ulu #jamaah