KALTIMPOST.ID, UJOH BILANG – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, guna meningkatkan konektivitas antarwilayah hingga kawasan perbatasan.
Kepala Dinas PUPR Mahulu Didik Subagya mengatakan, saat ini pihaknya tengah memprioritaskan penanganan ruas jalan dari Long Bagun menuju arah Gunung Punan. Untuk ruas jalan Long Bagun–Long Pahangai, pihaknya telah menurunkan tim Bina Marga guna melakukan perencanaan teknis.
Baca Juga: Gencatan Senjata Terancam Batal, AS Bom Iran, Teheran Balas Rudal Pangkalan Militer di Kuwait
"Namun, untuk penganggarannya kami masih berharap dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Alhamdulillah saya sudah mendapat dukungan dari Ketua Komisi III DPRD Kaltim," ujarnya saat ditemui, Senin (1/6).
Selain pembangunan jalan, PUPR Mahulu juga bergerak cepat menangani sejumlah titik longsor yang berpotensi mengganggu pelayanan publik. Salah satunya berada di sekitar Rumah Sakit Nawa Cita.
"Ada beberapa titik longsor yang harus segera ditangani. Khusus untuk longsor di sekitar Rumah Sakit Nawa Cita, saya sudah menggerakkan UPT agar segera melakukan penanganan karena berpotensi menghambat pelayanan kesehatan masyarakat," katanya.
Baca Juga: Evaluasi Parkir dan Keterisian Lapak di Pasar Pagi yang Dianggap Masih Sepi Pengunjung
Di sisi lain, progres pembangunan jalan yang didukung investor mulai menunjukkan perkembangan positif. Didik mengaku telah mengecek langsung pergerakan alat berat di lapangan pasca-groundbreaking yang dilakukan beberapa waktu lalu.
"Saya sudah cek kemarin, alat-alat dari investor sudah mulai bergerak. Target kami pembentukan badan jalan bisa selesai sekitar Agustus. Kemudian September diharapkan sudah masuk tahap pengaspalan," jelasnya.
Baca Juga: Perlinsos Digital Balikpapan 2026 Diluncurkan, Warga Kini Bisa Daftar Mandiri
Namun, masih terdapat pekerjaan rumah pada ruas jalan menuju kawasan perbatasan. Dari total panjang jalur yang direncanakan, baru sekitar 10 kilometer yang telah masuk tahap pengerjaan.
"Dari kilometer 85 baru masuk sekitar 10 kilometer. Jadi kilometer 86 sampai perbatasan masih kosong. Ini yang kami minta dukungan juga agar ruas tersebut bisa ikut digarap," ungkapnya.
Untuk pembangunan jembatan penghubung Batu Majang menuju Long Bagun, Didik menyebut perencanaan sudah disiapkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Sementara Pemkab Mahulu bertanggung jawab pada penyusunan dokumen lingkungan dan pembangunan jalan pendekat.
"Kami usahakan seluruh dokumen selesai tahun ini sehingga tahun depan bisa masuk tahap konstruksi," terangnya.
Baca Juga: Hore! Gaji ke-13 Pensiunan Juni 2026 Cair Full 100 Persen, Ini Penyebab Jika Belum Masuk Rekening
Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut akan didukung melalui skema pendanaan investor dan bukan berasal dari APBD Kabupaten Mahulu.
"Pendanaannya bukan dari APBD Kabupaten, melainkan melalui dukungan investor dengan sinergi pemerintah provinsi dan kabupaten," pungkasnya. (*)
Editor : Dwi Restu A