KALTIMPOST.ID, UJOH BILANG – Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) masuk dalam pertimbangan pelaksanaan rekayasa cuaca untuk membantu mengatasi kondisi kemarau dan karhutla yang terjadi di wilayah Kalimantan Timur.
Bupati Mahulu Angela Idang Belawan mengatakan, Pemerintah Kabupaten Mahulu apresiasi dan akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terkait pelaksanaan rekayasa hujan tersebut.
Baca Juga: Pemkab Kutai Barat Peringkat 1 dalam Penginputan Data Stunting Web Aksi Bangda
Ia menjelaskan, kondisi kemarau yang terjadi saat ini juga perlu diantisipasi terhadap potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Namun, Angela menilai masyarakat Mahulu selama ini memiliki kearifan dalam mengelola lahan untuk kegiatan berladang.
“Saya bangga menjadi orang Mahakam Ulu. Selama bertahun-tahun, berpuluh tahun, masyarakat kami berladang. Tidak pernah terjadi kebakaran hutan karena berladang,” ujarnya baru-baru ini.
Baca Juga: Kelola 80 Persen Sampah, TPST Karang Joang Balikpapan Targetkan Bebas Residu ke TPA Manggar
Menurutnya, masyarakat yang melakukan pembakaran lahan untuk berladang selalu menjaga area masing-masing agar api tidak merembet dan menimbulkan kebakaran yang lebih luas. “Setiap membakar ladang, masyarakat kita pasti menjaga ladang masing-masing pada saat membakar,” katanya.
Angela pun berharap kondisi kemarau tidak memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Mahulu. “Saya yakin untuk kebakaran hutan tidak ada. Mudah-mudahan, semoga tidak ada. Selama ini saya tidak pernah mendengar kebakaran hutan karena membakar lahan untuk berladang,” ucapnya.
Baca Juga: Melawan, Pemkot Bontang Gugat PT Glora Kaltim ke PN Bontang
Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi serta memantau perkembangan kondisi di lapangan, termasuk pelaksanaan rekayasa hujan yang juga menjadi salah satu upaya menghadapi dampak kemarau di Mahulu.
“Kita melihat dulu nanti setelah itu baru bisa kita pertimbangkan seperti apa,” pungkasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki