Pemkab Mahulu Siapkan Bantuan Pangan Tahap II, Target Jangkau Kampung Long Apari

Jody Kristianto • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 17:34 WIB
ARAHAN: Wakil Bupati Mahulu Suhuk (pegang mic) memberikan arahan kepada OPD terkait tindak lanjut penyaluran bantuan tahap II di Cafetaria Kantor Bupati, Rabu (2/9). JODY KRISTIANTO/KP
ARAHAN: Wakil Bupati Mahulu Suhuk (pegang mic) memberikan arahan kepada OPD terkait tindak lanjut penyaluran bantuan tahap II di Cafetaria Kantor Bupati, Rabu (2/9). JODY KRISTIANTO/KP

UJOH BILANG – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) mulai mempersiapkan penyaluran bantuan pangan tahap kedua bagi masyarakat yang terdampak kondisi darurat di wilayah Hulu Mahakam.

Wakil Bupati Mahulu Suhuk mengatakan, persiapan penyaluran bantuan tahap kedua mulai dibahas setelah pelaksanaan bantuan tahap pertama. Evaluasi terhadap kendala yang ditemukan di lapangan menjadi perhatian pemerintah agar penyaluran berikutnya dapat berjalan lebih maksimal.

“Kita bersyukur hari ini kita mulai melaksanakan rapat pembahasan untuk bantuan kita yang tahap kedua. Memang tahap pertama sudah kita laksanakan, puji Tuhan kita sudah bisa kembali,” kata Suhuk usai mengikuti rapat, Rabu (2/9).

Menurutnya, terdapat sejumlah kendala dalam penyaluran bantuan tahap pertama. Salah satunya terjadi di tiga kampung di wilayah hulu yang belum dapat dijangkau karena adanya kendala dalam proses penyaluran.

“Khususnya ada beberapa kendala kemarin di tiga kampung di hulu, karena terjadi miss, akhirnya kita tidak bisa sampai. Harapan saya dengan tahap kedua ini kita boleh sampai ke Kampung Long Apari,” ujarnya.

Suhuk menargetkan proses pengiriman bantuan tahap kedua dapat mulai dilakukan pada pekan depan. Penyaluran tersebut juga akan dilakukan sembari menunggu bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sebanyak 52 ton.
“Ya, mudah-mudahan kita progres untuk minggu depan, sambil juga menunggu bantuan dari provinsi yang untuk 52 ton itu,” katanya.

Ia menjelaskan, berdasarkan komunikasi yang dilakukan dengan pihak terkait, masih terdapat kendala dalam proses pengangkutan bantuan dari Bulog menuju Mahulu. Salah satu persoalan yang muncul berkaitan dengan biaya pengangkutan karena bantuan menggunakan jasa ekspedisi dari Bulog secara langsung.

Persoalan tersebut, lanjut Suhuk, akan menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah untuk mengantisipasi kondisi darurat serupa pada tahun-tahun mendatang.
“Tapi itu nanti akan kita terus cek lagi untuk bahan kita ke depan. Kalau nanti ada terjadi bencana ataupun terjadi situasi darurat seperti ini untuk tahun-tahun berikutnya kita bisa siapkan anggaran-anggaran seperti itu,” jelasnya.

Ia berharap bantuan sebanyak 52 ton tersebut dapat segera diangkut ke Mahulu dan selanjutnya disalurkan kepada masyarakat di lima kecamatan. Suhuk juga menyebut adanya harapan agar pimpinan daerah dapat ikut dalam proses penyaluran bantuan hingga ke wilayah hulu.

Dengan adanya tambahan bantuan dari pemerintah provinsi, Suhuk berharap jumlah bantuan yang diterima masyarakat pada tahap kedua dapat lebih besar dibandingkan penyaluran sebelumnya.

Pada penyaluran tahap pertama, masyarakat menerima bantuan dengan jumlah sekitar lima kilogram. Untuk tahap kedua, pemerintah akan menyesuaikan paket bantuan dengan ketersediaan yang ada.

“Karena yang kita antar kemarin hanya 5 kilo, harapan kita dengan bantuan yang lebih besar mungkin paketan juga mungkin lebih besar lagi, mungkin 10 atau 20 atau 30 kilo per KK,” ujarnya.

Suhuk juga menyinggung persoalan data penerima bantuan yang berasal dari pemerintah pusat. Menurutnya, data pembagian bantuan dari pemerintah pusat telah ditentukan berdasarkan data yang dimiliki pemerintah pusat sehingga pemerintah daerah memiliki keterbatasan untuk melakukan perubahan.

Karena itu, Pemkab Mahulu akan berupaya menggunakan bantuan dari pemerintah provinsi untuk menutupi kebutuhan masyarakat yang belum terakomodasi dalam data tersebut.

“Kalau bisa tadi kita minta dibagi per KK yang ada di sini, bukan berdasarkan dari KK mereka. Tapi nanti kalau memang dari itu tidak bisa kita ubah, kita akan menutupinya dari bantuan dari provinsi tadi,” katanya.

Ia menegaskan, bantuan tersebut diharapkan dapat diberikan secara adil dan merata karena dampak kondisi darurat dirasakan oleh masyarakat secara luas, bukan hanya kelompok tertentu.

“Bantuan kita ke masyarakat ini bisa betul-betul adil dan merata, supaya sama-sama merasakan. Karena yang seperti kita ketahui di Mahulu ini bukan hanya satu dua orang saja yang berimbas, semuanya,” tegasnya.

Menurut Suhuk, dampak tersebut juga dirasakan masyarakat dari berbagai kelompok desil, termasuk masyarakat di Kecamatan Long Apari. “Dari desil 1 sampai desil 10 pun berimbas semua, khusus di Kecamatan Long Apari. Karena di sana itu, biarpun duitnya ada, tapi kalau barangnya tidak ada sama saja,” pungkasnya. (*)

Editor : Ismet Rifani
kondisi darurat Hulu Mahakam Pemkab Mahulu bantuan pangan