KALTIMPOST.ID, LONG PAHANGAI – Kecamatan Long Apari menjadi wilayah berikutnya di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) yang melaksanakan Program Rukun Tetangga (RT) dan Dasawisma.
Peluncuran program tersebut dilakukan pada Oktober 2026 setelah sebelumnya program serupa dilaksanakan di Kecamatan Long Bagun, Laham, dan Long Hubung pada Juli lalu.
Baca Juga: Jalur Darat Long Bagun–Tiong Ohang Makin Lancar, Distribusi Pangan Mulai Stabil
Bupati Mahulu Angela Idang Belawan mengatakan pelaksanaan di Long Apari menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan program unggulan tersebut berjalan di seluruh wilayah.
Hal tersebut disampaikan Angela saat meluncurkan Program RT dan Dasawisma Kecamatan Long Apari, Rabu (7/10). “Untuk Kecamatan Long Bagun, Laham, dan Long Hubung, launching telah kita laksanakan pada bulan Juli yang lalu. Pada Oktober ini, Kecamatan Long Apari baru bisa kita agendakan sebagai wilayah berikutnya untuk melaksanakan program ini,” kata Angela.
Baca Juga: Dana Dasawisma Mahulu Dimulai Rp100 Juta, Bupati Angela: SDM Harus Disiapkan Lebih Dulu
Program RT dan Dasawisma merupakan bagian dari visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Mahulu. Pemerintah daerah menyiapkan dukungan anggaran melalui Bantuan Keuangan Khusus kepada Pemerintah Kampung.
Dalam program tersebut, Dana RT ditargetkan sebesar Rp200 juta hingga Rp300 juta per RT per tahun. Sedangkan Program Ketahanan Keluarga melalui Dasawisma mendapat dukungan Rp5 juta hingga Rp10 juta per Dasawisma per tahun.
Angela meminta seluruh pihak di Kecamatan Long Apari memanfaatkan program tersebut berdasarkan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, program tidak boleh dijalankan dengan pola yang sama tanpa melihat kondisi masing-masing kampung. Setiap wilayah memiliki kebutuhan dan persoalan yang berbeda sehingga perencanaan harus menyesuaikan kondisi lapangan.
Baca Juga: Bupati Angela Minta Dasawisma Jadi Garda Depan Hadapi Kemarau
Selain itu, ia menekankan pentingnya tata kelola yang tertib dan transparan. Setiap dukungan pemerintah harus dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pelaksanaan program di Long Apari juga berlangsung dalam situasi kemarau. Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah karena dapat berpengaruh terhadap ketersediaan air, pangan dan kesehatan masyarakat.
Angela meminta RT dan Dasawisma ikut memperhatikan kondisi keluarga di lingkungannya. Apabila terdapat persoalan, pengurus diminta segera berkoordinasi dengan Petinggi Kampung.
Pemerintah Kabupaten Mahulu juga memastikan pemantauan terhadap kondisi masyarakat akan terus dilakukan. “Di tengah kondisi kemarau, Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu akan terus hadir, memantau perkembangan di lapangan, dan memberikan dukungan sesuai kemampuan daerah serta kebutuhan masyarakat,” ujar Angela.
Dengan diluncurkannya program di Long Apari, pemerintah berharap pelaksanaan Program RT dan Dasawisma semakin merata dan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di tingkat kampung, RT hingga keluarga. (*)
Editor : Sukri Sikki