KALTIMPOST.ID, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhir-akhir ini sering menyempatkan diri meminta maaf kepada rakyat jelang akhir masa jabatannya.
Atas hal itu, Yusuf Permana, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, menyebut permintaan maaf tersebut merupakan ungkapan kerendahan hati seorang pemimpin atas kekurangan yang belum dapat diwujudkan dalam selama menjadi presiden.
“Presiden Joko Widodo menunjukkan sikap kerendahan hati dan keberanian untuk meminta maaf secara langsung atas kekurangsempurnaan selama masa jabatannya,” ucapnya, Kamis (3/10).
Dia juga menilai permintaan maaf yang sering disampaikan di berbagai kesempatan merupakan refleksi atas kebijakan yang telah dijalankan.
“Serangkaian permohonan maaf yang disampaikan beliau di berbagai kesempatan dan Lokasi itu menunjukkan keseriusan beliau dalam refleksi atas kebijakan yang telah dijalankan,” tuturnya.
“Ini merupakan sikap yang menunjukkan integritas, kenegarawan, dan kepedulian yang mendalam terhadap tanggung jawab yang diemban sebagai kepala negara,” sambung dia.
Adanya permintaan maaf itu, lanjut dia, mencerminkan hubungan langsung dengan rakyat dan menunjukkan rasa empati.
“Permintaan maaf langsung yang disampaikan di berbagai momen mencerminkan adalah komitmen beliau terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas yang kuat dalam kepemimpinannya,” terangnya.
Diinformasikan, menjelang akhir masa jabatannya yang akan berakhir pada 20 Oktober Presiden Jokowi memang sering meminta maaf. Hal itu kerap disampaikannya secara langsung apabila ada kunjungan kerja ke berbagai daerah.
Baik kala ada agenda kunjungan kerja ke pasar ataupun kegiatan lain yang di mana dia harus berhadapan langsung dengan rakyat.
Dapatkan info dan berita update lain dari Kaltim Post. Gabung/join dengan klik >> Whatsapp Channel Kaltim Post
Editor : Hernawati