Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Buntut Kasus Penembakan AKP Ryanto Ulil oleh AKP Dadang Iskandar, Polda Sumbar Gencar Berantas Tambang Ilegal

Thomas Dwi Priyandoko • Sabtu, 30 November 2024 | 20:53 WIB
Kapolda Sumbar menutup salah satu tambang ilegal di Solok Selatan.
Kapolda Sumbar menutup salah satu tambang ilegal di Solok Selatan.

KALTIMPOST.ID-Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Suharyono, memimpin operasi untuk memberantas tambang ilegal di Solok Selatan.

Operasi ini dilakukan sebagai respons atas insiden tragis yakni penembakan Kasat Reskrim Polres Solok Selatan AKP Ryanto Ulil Anshar (sekarang Kompol Anumerta) oleh Kabag Ops Polres Solok Selatan AKP Dadang Iskandar.

Dadang Iskandar melakukan aksi tersebut karena sakit hati dan tidak terima temannya diamankan oleh tim Reskrim pimpinan AKP Ryanto Ulil dalam kasus tambang emas ilegal di Solok Selatan.

Kuat dugaan bahwa Dadang menjadi beking atas keberadaan tambang ilegal yang berkedok Galian C di wilayah hukum tersebut.

“Saat ini kami berada di bantaran sungai di kawasan hutan wilayah Solok Selatan yang diduga ada penambangan ilegal,” ujar Kapolda, Kamis (28/11/2024).

Di lokasi tersebut petugas mendapati beberapa peralatan tambang yang langsung dihancurkan dengan cara dibakar.

Selain itu, dengan tegas Kapolda menutup lokasi dengan membentangkan garis polisi di area tersebut dan menginstruksikan kepada para personel Polres Solok Selatan dengan back-up Brimob Polda Sumbar untuk menjaga agar tidak ada aktivitas di lokasi tersebut.

“Kami juga mengerahkan dukungan  untuk penertiban ini yang berasal dari kekuatan Polda Sumbar,” katanya.

Suharyono juga memerintahkan seluruh Polres bersama jajaran di 19 kota/kabupaten Sumatera Barat untuk memberantas dan menindak semua tambang ilegal.

"Kita harus berantas agar memberikan dampak positif kepada masyarakat kita,” katanya.

Di sisi lain, Anggota Komisi XII DPR RI, Nurwayah, menyatakan keprihatinannya yang mendalam terhadap insiden 'polisi tembak polisi' yang diduga berkaitan dengan aktivitas tambang ilegal.

Menurut Nurwayah, kejadian ini menunjukkan adanya kelemahan dalam pengawasan tambang ilegal dan potensi penyalahgunaan kekuasaan oleh oknum aparat.(*)

 

 

Editor : Thomas Priyandoko
#polisi tembak polisi #tambang ilegal #AKP Ryanto Ulil Anshar #AKP Dadang Iskandar #kapolda sumbar #polda sumbar