Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Tenaga Kerja Industri RI Berpeluang Isi Kekurangan Pekerja Jepang

jpg • Selasa, 22 April 2025 | 23:20 WIB

Pencari kerja memeriksa informasi di bursa kerja yang berlangsung di Jakarta.  Para pencari kerja didorong melirik potensi pekerjaan di luar negeri. (JAWA POS)
Pencari kerja memeriksa informasi di bursa kerja yang berlangsung di Jakarta. Para pencari kerja didorong melirik potensi pekerjaan di luar negeri. (JAWA POS)

 

KALTIMPOST.ID, Di tengah kondisi ekonomi yang menantang, isu penyempitan lapangan kerja mengiringi sektor perindustrian. Para pencari kerja didorong juga melirik potensi bursa pekerjaan di luar negeri, baik dalam bentuk pekerjaan tetap maupun program magang.

Jepang, salah satu negara yang banyak mengakomodasi tenaga kerja dari luar. Sektor industri Indonesia dan Jepang juga memiliki hubungan yang sangat baik, sehingga potensi untuk bertukar SDM sangat terbuka.

“Kedua negara, Indonesia dan Jepang, secara aktif membangun hubungan kerja sama di berbagai sektor, termasuk dalam pengembangan SDM,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Selasa (22/4)

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Masrokhan menambahkan, pihaknya sedang mengembangkan aliran tenaga kerja internasional melalui institusi pendidikan vokasi di bawah naungan Kemenperin.

”Untuk itu, Kemenperin menyusun kebijakan untuk menciptakan SDM berdaya saing global dengan meningkatkan kerja sama luar negeri melalui pelatihan-pelatihan yang bekerja sama dengan negara maju, peningkatan standar kurikulum, sertifikasi internasional, magang di luar negeri, serta kelas industri internasional,” paparnya.

Dari kalangan asosiasi, Ikatan Pengusaha Kenshuusei Indonesia (Ikapeksi) mengaku siap mendukung penuh upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia agar lebih siap menghadapi tantangan di dunia kerja internasional, khususnya di Jepang.

Ketua Umum Ikapeksi Pranyoto Widodo menyampaikan bahwa pihaknya telah menjalankan berbagai program pendidikan dan pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja Negeri Sakura itu.

“Jepang saat ini mengalami kekurangan tenaga kerja, terutama di sektor manufaktur seperti pengecoran logam dan otomotif, hingga sektor konstruksi yang juga membutuhkan tenaga dalam jumlah besar. Jepang membuka peluang bagi sekitar 150 ribu tenaga kerja asing, termasuk dari Indonesia,” paparnya. (*)

 

 

Editor : Muhammad Rizki
#bekerja di jepang