Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

BPJS Ketenagakerjaan Dorong Digitalisasi Layanan PLKK Lewat Aplikasi JMO di Kalbar

Ajie Chandra • Sabtu, 21 Juni 2025 | 17:42 WIB
Foto bersama BPJS Ketenagakerjaan dan mitra PLKK se-Kalimantan Barat usai sosialisasi digitalisasi layanan lewat aplikasi JMO di Pontianak.
Foto bersama BPJS Ketenagakerjaan dan mitra PLKK se-Kalimantan Barat usai sosialisasi digitalisasi layanan lewat aplikasi JMO di Pontianak.

KALTIMPOST.ID, PONTIANAK – BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Kalimantan mengintensifkan sinergi layanan dengan rumah sakit mitra melalui pembinaan dan sosialisasi program di Pontianak, Rabu (11/6). Bertempat di Hotel Mercure, kegiatan ini mempertemukan puluhan rumah sakit yang tergabung dalam jaringan Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) se-Kalimantan Barat.

Kegiatan strategis ini tidak hanya menjadi ajang koordinasi, tapi juga penguatan layanan jaminan kecelakaan kerja serta percepatan digitalisasi pelayanan melalui aplikasi Jamsostek Mobile (JMO).

Kepala Kantor Wilayah Kalimantan BPJS Ketenagakerjaan, Erfan Kurniawan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dedikasi mitra rumah sakit yang selama ini turut memastikan perlindungan tenaga kerja berjalan optimal.

Menurutnya, sinergi dan pemahaman yang selaras antara BPJS Ketenagakerjaan dan PLKK menjadi kunci peningkatan mutu layanan.

“Kualitas layanan sangat bergantung pada kolaborasi. Kegiatan ini kami hadirkan sebagai forum terbuka, untuk menyamakan persepsi terhadap sistem dan kebijakan terbaru, termasuk e-PLKK yang menjunjung transparansi dan akuntabilitas,” tegas Erfan.

Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah pemaparan sistem new e-PLKK, sebuah pembaruan sistem yang dirancang untuk mempermudah administrasi dan memperkuat pengawasan dalam penanganan kasus kecelakaan kerja.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pontianak, Suhuri, menyoroti pentingnya peningkatan standar layanan di fasilitas PLKK, khususnya dalam kecepatan dan ketepatan penanganan pasien.

“Pekerja yang menjadi peserta harus dilayani dengan cepat dan tepat sesuai kebutuhan medis mereka. Ini bukan hanya tentang kewajiban, tapi juga bentuk empati terhadap korban kecelakaan kerja,” ujar Suhuri.

Tak kalah penting, peserta juga dibekali sosialisasi tentang aplikasi JMO (Jamsostek Mobile), yang kini menjadi garda terdepan dalam digitalisasi layanan BPJS Ketenagakerjaan. Aplikasi ini mempermudah peserta—baik dari sektor formal maupun informal—mengakses informasi dan layanan secara mandiri, kapan pun dan di mana pun.

“Kami ingin memastikan seluruh peserta, termasuk pekerja harian dan sektor informal, memiliki akses yang setara terhadap layanan kami. JMO hadir untuk menjawab kebutuhan itu,” jelas Suhuri.

Erfan menegaskan bahwa JMO adalah wujud nyata transformasi layanan yang tak hanya mengikuti zaman, tapi juga memenuhi harapan peserta di era digital.

“Digitalisasi bukan sekadar tren, tapi kebutuhan mendesak. JMO kami kembangkan untuk menghadirkan layanan yang cepat, efisien, dan inklusif,” pungkasnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan BPJS Ketenagakerjaan memperkuat sistem perlindungan sosial bagi pekerja, sekaligus mendorong rumah sakit mitra terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan regulasi.(aji)

Editor : Thomas Priyandoko
#Sinergitas #kalimantan #kalbar #BPJS Ketenegakerjaan