Bentrokan yang masih berlangsung hingga kini tersebut terjadi di sekitar kompleks kuil Ta Moan Thom, wilayah yang telah lama dipersengketakan kedua negara.
Kuil ini terletak sekitar 360 kilometer dari Bangkok dan berdekatan dengan Provinsi Oddar Meanchey, Kamboja.
Thailand menuduh pasukan Kamboja memulai serangan dengan menembakkan artileri dan drone ke arah pangkalan militer. Sebagai tanggapan, militer Thailand mengerahkan kekuatan udara “dengan sasaran yang telah ditentukan sebelumnya”.
Sementara itu, mantan Perdana Menteri Kamboja Hun Sen menyatakan melalui media sosial bahwa dua provinsi di negaranya menjadi target tembakan Thailand. Kementerian Pertahanan Kamboja hingga kini belum memberikan keterangan resmi.
Militer Thailand Luncurkan Jet Tempur F16
Militer Thailand mengonfirmasi telah meluncurkan serangan udara ke wilayah Kamboja menggunakan jet tempur F-16 sebagai respons atas eskalasi tembakan artileri yang disebut berasal dari pasukan Kamboja.
“Kami telah menggunakan kekuatan udara terhadap target-target militer sebagaimana telah direncanakan,” kata Wakil Juru Bicara Angkatan Darat Thailand, Kolonel Richa Suksuwanon, dikutip Reuters.
Dalam serangan tersebut, satu dari enam F-16 yang disiagakan di sepanjang perbatasan dikirim untuk melumpuhkan target militer Kamboja.
Serangan dilakukan tak lama setelah sejumlah tembakan artileri menghantam permukiman warga dan pangkalan militer Thailand.
Korban Perang Thailand Kamboja
Menteri Kesehatan Thailand, Somsak Thepsuthin, menyatakan bahwa 12 orang tewas akibat serangan Kamboja, terdiri dari 11 warga sipil dan 1 prajurit militer.
Korban termasuk seorang anak. Selain itu, 24 warga sipil dan 7 anggota militer lainnya mengalami luka-luka.
“Kami mengecam keras serangan ke rumah sakit sipil di Surin. Tindakan ini dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang,” ujar Somsak.
Pihak berwenang Thailand telah mengevakuasi lebih dari 40.000 warga dari 86 desa di Provinsi Surin dan sekitarnya, setelah proyektil artileri menghantam area pemukiman.
Di sisi lain, belum ada laporan resmi dari pemerintah Kamboja mengenai jumlah korban di wilayahnya.
Dugaan Pemicu Perang Thailand vs Kamboja
Sehari sebelum serangan udara, dua tentara Thailand dilaporkan menjadi korban ranjau darat di zona perbatasan. Salah satu dari mereka kehilangan kaki.
Pemerintah Thailand menuding ranjau tersebut baru ditanam oleh pihak Kamboja. Namun Phnom Penh membantah, menyebutnya sebagai sisa konflik masa lalu.
Imbas dari insiden ini, kedua negara saling menurunkan hubungan diplomatik. Thailand menarik pulang duta besarnya dari Phnom Penh dan mengusir duta besar Kamboja dari Bangkok. Kamboja pun melakukan hal serupa.
Pemerintah Thailand juga menutup seluruh pos lintas batas darat dengan Kamboja hingga situasi dinyatakan aman. (*)
Editor : Almasrifah