Suryadharma Ali meninggal dunia di Rumah Sakit Mayapada, Kuningan, Jakarta Selatan, pukul 04.18 WIB, Kamis, 31 Juli 2025.
Saat ini jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka, Jalan Cipinang Cempedak I No. 30, Jatinegara, Jakarta Timur.
Rencana pemakaman Suryadharma Ali dilaksanakan siang hari ini di Pondok Pesantren Miftahul 'Ulum, Desa Gandasari, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.
Profil Suryadharma Ali
Surya Dharma Ali lahir di Jakarta pada 19 September 1956. Istri Surya Dharma Ali adalah Wardatul Asriah. Selama menjadi pasangan suami istri, keduanya dikaruniai empat buah hati.
Keempat anak Surya Dharma Ali dan Wardatul Asriah yaitu Kartika Yudistira Suryadharma, Sherlita Nabila Suryadharma, Abdurrahman Sagara Prakasa, dan Nadia Jesica Nurul Wardan.
Suryadharma menempuh pendidikan di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Ia meraih gelar sarjana pada 1984 dan memulai meniti karier di sektor swasta.
Sebelum terjun ke dunia politik, Surya Dharma Ali diketahui sempat menjabat Deputi Direktur di PT Hero Supermarket.
Karir Suryadharma Ali
Suryahharma Ali mulai dikenal publik saat duduk di kursi DPR RI dua periode berturut-turut (1999–2004 dan 2004–2009) sebagai wakil dari PPP.
Namun, pada masa jabatan kedua, ia ditarik ke kabinet oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan diangkat menjadi Menteri Negara Koperasi dan UKM (2004–2009).
Kariernya terus menanjak. Ia terpilih sebagai Ketua Umum PPP pada Muktamar 2007 dan kembali menjabat untuk periode kedua pada 2011.
Di tengah masa kepemimpinannya di PPP, ia kembali dipanggil masuk kabinet sebagai Menteri Agama RI untuk periode 2009–2014, menegaskan posisinya sebagai salah satu tokoh utama partai berbasis Islam tersebut.
Kiswah Suryadharma Ali
Di luar panggung politik, Surya Dharma Ali sempat menjadi sorotan publik karena koleksi pribadi yang tak biasa. Yaitu, kiswah, kain penutup Kakbah yang sakral dan penuh nilai simbolis.
Pada Juli 2018, salah satu kiswah miliknya dilelang oleh KPK dan laku terjual senilai Rp450 juta. Saat itu, ia mengungkap bahwa dirinya memang gemar mengoleksi kain suci tersebut setiap kali beribadah ke Tanah Suci.
Kasus Suryadharma Ali
Karier Surya Dharma Ali tidak sepenuhnya mulus. Pada 2014, di penghujung masa jabatan Menteri Agama, KPK menetapkannya sebagai tersangka kasus korupsi penyelenggaraan ibadah haji dan Dana Operasional Menteri.
Setelah menjalani proses hukum yang panjang, pada 2016 ia dijatuhi vonis 6 tahun penjara dan dikenai denda Rp300 juta, karena dinilai merugikan negara lebih dari Rp27 miliar dan SR17 ribu.
Menghadapi putusan vonis tersebut, Suryadharma berupaya untuk mengajukan Peninjauan Kembali (PK). Sayangnya usaha tersebut ditolak Mahkamah Agung.
Surya Dharma Ali akhirnya dibebaskan secara bersyarat pada September 2022, setelah menjalani hukuman selama enam tahun.
Harta Kekayaan Suryadharma Ali
Suryadharma Ali terakhir kali melaporkan harta kekayaannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi pada 4 September 2012.
Ketika itu, Surya Dharma Ali tercatat memiliki total kekayaan sebesar Rp24 miliar. Detail harta yang tercatat meliputi:
- Tanah dan bangunan di berbagai kota seperti Jakarta Selatan, Bogor, Bekasi, dan Purwakarta senilai Rp19,8 miliar.
- Mobil Honda Jazz seharga Rp190 juta.
- Perkebunan pohon buah dan jati senilai Rp170 juta.
- Barang seni, logam dan batu mulia, serta benda antik senilai Rp205,5 juta.
- Giro dan setara kas lainnya sebesar Rp3,67 miliar.
Suryadharma Ali kini telah berpulang. Ia meninggalkan jejak panjang dalam birokrasi dan perpolitikan tanah air, dari prestasi politik hingga jatuh dalam skandal hukum. Selamat jalan Suryadharma Ali. (*)
Editor : Almasrifah