Dalam pernyataan resminya, pihak McDonald's Jepang meminta maaf atas ketidakmampuan mereka memenuhi tingginya permintaan pelanggan yang menyebabkan stok habis dalam waktu kurang dari 24 jam.
Pihak perusahaan mengimbau masyarakat untuk tidak lagi menghubungi gerai-gerai terkait untuk ketersediaan kartu.
Baca Juga: Super Tega! Ayah dan Ibu di Tangsel Aniaya Anak 4 Tahun hingga Tewas Hanya karena Ucapan Kasar
Kolaborasi antara McDonald’s dan Pokémon ini menghadirkan 5 kartu eksklusif yang bisa didapatkan dengan melakukan pembelian paket “Happy Meals”.
Namun kenyataannya, banyaknya scalper atau juga bisa disebut calo menjual kembali kartu-kartu tersebut dengan harga yang fantastis.
Baca Juga: Kejar Target Pertumbuhan 8 Persen, Rosan–Chatib Beberkan Dana yang Dibutuhkan Pemerintah
Sebuah unggahan di Twitter dari akun fx_masaozi3 menerangkan bahwa ada pembeli yang memborong Happy Meal hanya untuk mendapatkan mainan Pokémon, sementara makanannya dibuang begitu saja.
Akibatnya, tindakan tersebut dianggap mubazir makanan dan akan menjadi limbah makanan yang tidak hanya merugikan lingkungan tetapi juga dapat berakibat lebih fatal seperti perubahan iklim.
Editor : Almasrifah