Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Ketua BP MPR RI Soroti Ketimpangan antara Retorika dengan Implementasi di Lapangan

Muhammad Aufal Fresky • Kamis, 21 Agustus 2025 | 16:37 WIB

 

Ketua BP MPR, RI Andreas Hugo.
Ketua BP MPR, RI Andreas Hugo.

KALTIMPOST.ID, Ketua Badan Pengkajian Majelis Permusyawaratan Rakyat (BP MPR) RI Andreas Hugo menyampaikan perlu adanya penguatan penerapan program pemerintah.

Dalam keterangannya, di Jakarta, Kamis (21/8/2025), ia menambahkan, banyak hal positif yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI 2025.

Di antaranya yaitu perhatiannya terhadap net outflow of national wealth, ketahanan pangan dan energi, serta program Makan Gizi Gratis (MBG).

Selanjutnya, ia juga menyoroti adanya ketimpangan antara retorika dan implementasi di lapangan.

Seperti yang dilansir antaranews.com, ia menegaskan optimisme harus dijaga, tetapi perlu juga kehati-hatian.

“Misalnya, kita bicara surplus empat juta ton beras. Tapi faktanya harga beras di lapangan mahal. Ini ironi yang tidak boleh diabaikan,” ujar Andreas.

Menurutnya, terjadinya kekosongan dalam pelaksanaan program pemerintah dikarenakan teknokrasi yang lemah.

Sebab itulah, ia menekankan pentingnya menerjemahkan ide-ide besar Presiden ke dalam implementasi nyata.

Di sisi lain, anggota MPR RI Riyono juga merespons pidato Presiden. Ia mengkritisi realisasi program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan.

Menurut Riyono terdapat ketimpangan dalam penguasaan distribusi pangan nasional.

“Saat ini, 95-97 persen pasar beras nasional dikuasai sektor swasta. Negara hanya menguasai 3-4 persen. Ini menyebabkan gejolak harga sulit dikendalikan,” ungkap Riyono. ***

Editor : Dwi Puspitarini
#surplus beras #harga beras #distribusi pangan #prabowo subianto #mpr ri #andreas hugo #ketahanan pangan #pidato presiden