Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Sosok Mahasiswi UGM Salsa Erwina, Berani Tantang Ahmad Sahroni Debat soal DPR

Ilmidza Amalia Nadzira • Jumat, 29 Agustus 2025 | 13:54 WIB
Salsa Erwina Hutagalung menantang Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, untuk debat lewat Instagram pribadinya.
Salsa Erwina Hutagalung menantang Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, untuk debat lewat Instagram pribadinya.

KALTIMPOST.ID, Jagat politik dan media sosial Indonesia digemparkan oleh langkah berani seorang perempuan muda, Salsa Erwina Hutagalung.

Melalui akun Instagram pribadinya, ia secara terbuka menantang Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni untuk berdebat.

Tantangan ini muncul setelah pernyataan kontroversial Sahroni yang menyebut istilah “orang tolol sedunia” terkait kritik publik terhadap DPR.

Langkah Salsa langsung menjadi perhatian luas. Bukan hanya karena berani, tetapi juga karena ia memiliki rekam jejak intelektual yang mumpuni.

Sosok kelahiran Sumatera Utara ini dikenal sebagai penggagas podcast Jadi Dewasa 101 (JDW 101), sebuah kanal populer di kalangan anak muda yang membahas isu pengembangan diri, manajemen keuangan, hingga peran generasi muda dalam masyarakat.

Salsa Erwina merupakan alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM).

Semasa kuliah, ia tercatat sebagai mahasiswa berprestasi dan aktif di berbagai kegiatan akademik maupun organisasi. Tak hanya itu, Salsa juga dikenal memiliki kemampuan debat yang teruji di kancah internasional.

Pada 2014, ia berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan menjadi juara lomba debat internasional di Nanyang Technological University, Singapura.

Kemenangan ini membuat namanya dikenal sebagai orator ulung dengan kapasitas intelektual yang kuat.

Saat ini, Salsa menetap di Aarhus, Denmark, untuk memperluas wawasan dan pengalamannya di kancah global.

Merasa pernyataan Sahroni merendahkan publik, Salsa melayangkan tantangan debat terbuka.

“Yang ngatain rakyat tolol, sini aku tantang debat kamu @ahmadsahroni88. Kita buktikan siapa sebenarnya yang tolol dan siapa yang tidak bekerja untuk kepentingan rakyat,” tulisnya.

Ia bahkan mengusulkan agar debat dilakukan secara profesional dengan menghadirkan juri internasional agar lebih objektif.

Namun, tantangan ini tidak direspons serius oleh Sahroni. Lewat unggahan di Instagram, ia menolak dengan nada santai.

“Ane gak akan ladenin. Ane mau bertapa dulu biar pinter, karena ane masih bloon,” tulis Sahroni.

Belakangan, Sahroni memberikan klarifikasi. Ia menegaskan istilah “orang tolol sedunia” tidak ditujukan untuk rakyat, melainkan kepada pihak-pihak yang berpikir DPR bisa dibubarkan hanya karena isu gaji dan tunjangan.

Peristiwa ini menunjukkan dinamika baru dalam politik Indonesia, di mana generasi muda berani bersuara dan menantang pejabat publik secara terbuka.

Keberanian Salsa dipandang sebagai cerminan bahwa mahasiswa dan anak muda tidak tinggal diam ketika ada pernyataan yang dianggap merendahkan masyarakat.

Di sisi lain, klarifikasi Sahroni menegaskan pentingnya pejabat publik berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan, mengingat setiap ucapan bisa memicu respons besar di era digital.

Tantangan debat Salsa Erwina ini pun menjadi pengingat bahwa demokrasi bukan sekadar soal kebebasan berbicara, tetapi juga kesiapan berdialog dengan sehat, terbuka, dan konstruktif.

Editor : Hernawati
#ahmad sahroni #salsa erwina #dpr