KALTIMPOST.ID, Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno meminta semua pihak, terutama antarpemerintah daerah, untuk berkolaborasi dalam rangka menangani masalah banjir dan potensi dampak krisis iklim.
Mengutip Antaranews.com (18/9), Eddy berpandangan bahwa anomali iklim, hujan terus-menerus, dan tidak menentu merupakan buah dari krisis iklim dan darurat sampah yang mengakibatkan bencana ekologis besar. Pada akhirnya, masyarakat yang dirugikan.
Tidak hanya itu, ia mengatakan penanganan banjir memerlukan kolaborasi antarwilayah. Karena menurutnya, menangani banjir membutuhkan aksi penanganan dari hulu hingga hilir—bukan sekadar satu sisi saja dan tidak bisa dilakukan sendirian.
Lebih lanjut lagi, ia meyakini koordinasi yang baik antardaerah, khususnya Jawa Barat dan DKI Jakarta, untuk menangani banjir, sampah, polusi udara, hingga krisis iklim bakal mencegah dampak negatif yang membawa kerugian besar bagi masyarakat.
"Ide wilayah aglomerasi sebenarnya adalah memastikan kolaborasi antarpemerintah daerah agar ada sinkronisasi pembangunan, koordinasi terpadu, dan juga kerja sama ekonomi. Termasuk di dalamnya adalah mencegah dampak kerusakan lingkungan," ucapnya.
Ia juga mengaku, pihaknya akan mengupayakan kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah dalam menangani ancaman krisis sampah.
Sebab menurutnya, terobosan sampah menjadi energi atau waste to energy mampu menjadi jalan keluar penanganan masalah sampah sekaligus mendapat sumber listrik dari energi terbarukan.
"Kami terus menjalin kolaborasi dengan kepala-kepala daerah di tingkat kota untuk mendengarkan masukan mereka dalam penyusunan revisi Perpres tentang mengolah sampah menjadi energi," pungkasnya. (*)
Editor : Almasrifah