Seperti yang dilansir jawapos.com (28/9). pakar kebijakan publik Universitas Pasundan Bandung, Eki Baehaki berpandangan, MBG masih dibutuhkan masyarakat. Sebab itu, tidak seharusnya program ini dihapuskan hanya karena terjadi masalah.
“Sepiring makan bergizi gratis di sekolah adalah intervensi negara yang sangat dibutuhkan. Namun, niat mulia bisa runtuh oleh tata kelola yang rapuh. Program MBG harus terus dilanjutkan tetapi dengan perbaikan tata kelola yang radikal,” Ungkap Eki, Minggu (28/9/2025).
Selain itu, Eki menambahkan bahwa tata kelola MBG perlu diperbaiki. Sehingga program ini bisa berjalan lebih baik, dan manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.
Menurut Eki, pengelolaan MBG perlu mempertimbangkan prinsip keamanan pangan, yang menyaratkan menjaga kebersihan, memisahkan pangan mentah dan matang, memasak dengan benar, menyimpan pada suhu aman, serta memakai bahan baku bersih, belum berjalan konsisten.
Ia menjelaskan, program MBG melrupakan investasi besar tetapi tanpa tata kelola yang disiplin, investasi tersebut justru bisa menghasilkan kerugian kesehatan, hilangnya kepercayaan publik, dan kegagalan politik.
Kendatipun demikian, tambah Eki, agar Program MBG harus tetap jalan, maka harus ada jalan selamat bagi revitalisasi Program MBG itu sendiri,” jelasnya.
Manfaat MBG sendiri banyak dirasakan masyarakat. Salah satunya 432 murid SD Negeri 2 Cimareme, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. Sekolah ini menjadi salah satu yang menerima MBG dengan pengelolaan yang baik di wilayah Bandung Barat.
"Tadi sudah makan pakai burger, enak," kata murid kelas 3 bernama Aleyshia.
Penjaga sekolah, Zainudin juga memastikan program MBG di sekolah tersebut berjalan lancar. Tidak ada siswa yang mengalami keracunan.
"Alhamdulillah selama ini aman, nggak ada murid yang ngeluh atau sakit setelah makan," kata Zainudin.
Di lain sisi, salah seorang wali murid, Siti percaya pihak sekolah akan melakukan pengecekan dengan baik terhadap menu MBG yang disajikan. Sehingga, peristiwa keracunan tidak terjadi.
Baca Juga: Bukan Sekadar Pembawa Baki, Ini Tugas dan Tanggung Jawab Duta dan Putri Pariwisata
"Kalau dengar dari berita ya khawatir (keracunan). Tapi guru-guru di sini (SD Negeri 2 Cimareme selalu cek makanan itu satu satu.
Jadi sebelum dikasih ke murid, dicoba dulu sama gurunya. Kalau ada yang basi, ya nggak dikasih ke murid. Itu yang membuat saya yakin makanan untuk anak saya aman," kata Siti.
Editor : Uways Alqadrie