Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

1.200 Ton Beras Rusak di Gudang Bulog? Begini Penjelasan Mengejutkan Direktur Bulog

Dwi Puspitarini • Kamis, 2 Oktober 2025 | 19:15 WIB
Ilustrasi cadangan beras Bulog.
Ilustrasi cadangan beras Bulog.

KALTIMPOST.ID, Temuan 1.200 ton beras rusak di Gudang Perum Bulog Tabahawa, Maluku Utara, langsung mengundang perhatian publik.

Sidak dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, yang ingin memastikan kualitas cadangan beras pemerintah (CBP).

Menanggapi hal ini, Direktur Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa pihaknya sudah menjalankan prosedur perawatan sesuai standar. Ia menyebut pemeliharaan dilakukan mulai dari harian hingga triwulanan.

“Sehingga diharapkan dari langkah-langkah kami yang bertingkat, bertahap, dan berlanjut ini bisa menyajikan beras-beras yang layak dan betul-betul sehat dikonsumsi oleh masyarakat,” kata Rizal saat ditemui di Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Kamis (2/10/2025).

Namun, Rizal mengakui pihaknya kini tengah melakukan pendalaman terkait temuan beras rusak itu.

Menariknya, ia menegaskan tidak semua beras rusak harus dibuang, karena masih ada yang bisa diselamatkan lewat proses khusus.

“Intinya kami akan melaksanakan reprocessing. Reprocessing ini kami bersihkan, kami cuci ulang,” jelas Rizal.

Setelah tahap itu, beras akan diuji ulang di laboratorium. Jika hasilnya aman, beras akan tetap disalurkan ke masyarakat. Namun, jika tidak layak, beras tersebut akan dialihkan menjadi pakan ternak.

“Kalau layak kita konsumsikan kepada masyarakat. Kalau yang tidak layak nanti kita sisakan untuk diolah menjadi pakan ternak,” imbuhnya.

Baca Juga: Bukan Ditutup Total, Ini Alasan SPPG Bermasalah Tetap Diawasi Ketat Pemerintah

Rizal mengibaratkan kondisi beras seperti anak dalam keluarga besar, ada yang sehat, ada yang kurang, tapi tetap harus diurus dengan cara yang tepat.

“Yang namanya, mohon maaf. Kita membeli arah beras kan banyak ya. Kita aja kalau punya anak lebih dari 2-3 kan pasti anak-anaknya. Ada yang bandel, ada yang pintar, ada yang gini kan, macam-macam,” terangnya. ***

Editor : Dwi Puspitarini
#cadangan beras pemerintah #beras rusak #ahmad rizal ramdhani #beras bulog #Beras bantuan rusak #siti hediati hariyadi