Bencana alam ini dilaporkan telah merenggut 12 korban jiwa dan memberikan dampak langsung kepada lebih dari 100.000 rumah tangga di berbagai penjuru negeri.
Menurut laporan dari Kementerian Dalam Negeri Thailand, wilayah yang terendam banjir meliputi sebagian besar Thailand utara, tengah, dan timur laut.
Provinsi Uttaradit di bagian utara tercatat menjadi wilayah yang paling parah terdampak, dengan lima kematian telah dikonfirmasi.
Kesaksian dari warga menunjukkan betapa cepatnya bencana ini terjadi. Seorang warga bernama Sakchai, yang diwawancarai oleh stasiun televisi pemerintah ThaiPBS, menceritakan pengalamannya: “Air naik begitu cepat. Kami sempat naik ke atap rumah, tapi atapnya mulai roboh, jadi kami harus segera pergi. Sekarang kami mengungsi di kuil.”
PM Anutin menyatakan bahwa pemerintah saat ini sedang fokus menyalurkan bantuan kepada korban dan melakukan penilaian menyeluruh terhadap kerusakan yang disebabkan oleh banjir.
Ia juga menambahkan bahwa otoritas terkait tengah bersiap menghadapi peningkatan curah hujan, mengingat negara tersebut memasuki musim monsun.
“Thailand sedang menghadapi banjir, badai, dan tanah longsor di banyak provinsi. Situasi ini telah menyebabkan kerusakan besar pada harta benda sekaligus menelan korban jiwa,” tegas Anutin dalam rapat satuan tugas penanganan bencana. (*)
Editor : Almasrifah