Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Suntikan Dana Jumbo Rp 30,5 Triliun dari BPI Danantara Dongkrak Saham Garuda

Ari Arief • Kamis, 9 Oktober 2025 | 11:42 WIB
Garuda Indonesia.
Garuda Indonesia.

KALTIMPOST.ID-PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) menerima suntikan modal besar senilai US$ 1,84 miliar atau setara sekitar Rp 30,5 triliun dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

Pengumuman suntikan modal jumbo ini segera mendorong kinerja saham Garuda. Pada perdagangan Rabu (8/10), saham GIAA melonjak hingga batas auto rejection atas (ARA), tercatat naik 9,06 persen ke posisi Rp 96 per saham di papan pemantauan khusus.

Volume perdagangan saham GIAA hari itu mencapai 396 juta saham dengan total nilai transaksi sebesar Rp 38,05 miliar.

Kinerja saham Garuda menunjukkan tren positif, naik 20 persen dalam dua hari terakhir, menguat hampir 40 persen dalam sebulan, dan melesat 74 persen sejak awal tahun.

Dana segar dari Danantara ini disalurkan melalui anak perusahaannya, PT Danantara Asset Management (DAM), menggunakan skema Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau dikenal sebagai private placement.

Manajemen Garuda menjelaskan bahwa aksi korporasi ini dilakukan demi urgensi perbaikan posisi keuangan perusahaan secara menyeluruh dan kebutuhan pendanaan mendesak untuk menjaga kelangsungan operasional Garuda dan entitas anak.

Suntikan modal dari Danantara terbagi dalam dua skema utama. Pertama, penyetoran tunai senilai US$ 1,44 miliar (Rp 23,9 triliun).

Kedua, konversi pinjaman (SHL) senilai US$ 405 juta (Rp 6,7 triliun) yang diubah menjadi saham baru. Secara keseluruhan, penyertaan modal ini bertujuan utama untuk memperbaiki kesehatan keuangan dan memperkuat fondasi operasional maskapai nasional tersebut di masa depan.

Dalam dokumen keterbukaan informasi, Garuda merinci alokasi dana yang diterima dari Danantara 37 persen.

Yaitu, untuk peningkatan modal Citilink (anak perusahaan) guna pembiayaan operasional dan perawatan pesawat, 29 persen untuk modal kerja dan operasional Garuda (termasuk perawatan dan perbaikan pesawat), 22 persen untuk ekspansi armada Garuda dan Citilink, 12 persen untuk pembayaran utang pembelian bahan bakar Citilink kepada Pertamina (periode 2019–2021).

Manajemen Garuda mengakui bahwa, meskipun restrukturisasi utang pada tahun 2022 telah berhasil memperbaiki ekuitas dan mengurangi beban utang, proses transformasi menuju perusahaan yang sehat dan kuat secara finansial masih menghadapi sejumlah tantangan, yang menjadikan suntikan modal ini krusial. (*)

Editor : Almasrifah
#garuda indonesia #saham #giaa #suntikan modal #bpi danantara