KALTIMPOST.ID, Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dibuat cemas dan mempertanyakan status pencairan bansos PKH dan BPNT.
Dikarenakan data penyaluran bansos periode Oktober - Desember serta Penebalan Sembako November - Desember 2025 tiba-tiba hilang dari aplikasi SIKS-NG.
Awalnya keadaan tersebut membuat sebagian KPM khawatir akan bansos PKH dan BPNT gagal cair.
Namun, ternyata apa yang terjadi dengan masalah sistem ini justru menyimpan kabar baik bagi jutaan penerima bansos di seluruh Indonesia.
Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan bahwa hilangnya status data di aplikasi tidak berarti bansos dibatalkan atau gagal cair.
Menurut penjelasan resmi yang dikutip dari kanal YouTube INFO BANSOS, kondisi itu terjadi karena sistem sedang mengalami pemutakhiran dan perbaikan teknis sebelum pencairan tahap 4 (Oktober–Desember 2025) dimulai.
Artinya, saat data KPM hilang dari tampilan aplikasi, sebenarnya tim Kemensos sedang memproses validasi dan verifikasi akhir.
Proses inilah yang menjadi tahap penting sebelum dana bantuan dikirim ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) masing-masing.
Kemensos Pastikan Bansos Tidak Dibatalkan
Pihak Kemensos menjelaskan, tidak ada pembatalan bansos. Semua penerima yang sudah terdata akan tetap mendapatkan haknya, termasuk mereka yang beralih dari penyaluran via Kantor Pos ke Bank Himbara.
Perubahan saluran penyaluran inilah yang membuat beberapa KPM mengalami penundaan tampilan data, karena sistem perbankan perlu waktu menyesuaikan data penerima baru.
Selain PKH dan BPNT, pemerintah juga menyiapkan bantuan tambahan berupa beras 20 kg dan minyak goreng 4 liter untuk dua bulan. Bantuan ini akan diterima oleh 18,27 juta KPM di seluruh Indonesia.
Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Bapanas, Rahmi Widiani, menegaskan bahwa seluruh tahapan teknis penyaluran sudah siap dan kualitas bahan pangan akan diawasi langsung oleh Dinas Pangan Daerah.
Berdasarkan pola penyaluran setiap tahunnya, verifikasi dan validasi data KPM biasanya rampung di akhir Oktober, dan pencairan dimulai tak lama setelahnya.
Jadi, hilangnya data di SIKS-NG justru bisa diartikan sebagai pertanda bahwa pencairan bansos PKH dan BPNT tahap 4 semakin dekat.
KPM diminta untuk tetap tenang dan memantau informasi resmi dari Kemensos atau Dinas Sosial setempat. Pemerintah sedang memastikan data penerima lebih akurat agar bansos bisa disalurkan tepat sasaran dan tepat waktu.***
Editor : Dwi Puspitarini